Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Kejar 200 Penunggak Pajak Besar

📅 Senin, 22 Sep 2025, 22:10 WIB | Oleh:
Menkeu Kejar 200 Penunggak Pajak Besar Doc: Youtube
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengejar 200 penunggak pajak besar yang tagihan pajaknya mencapai Rp50-60 triliun.

“Kita sudah punya list 200 penunggak pajak besar, itu yang sudah inkrah (memiliki ketetapan hukum). Kita mau kejar dan eksekusi, kita akan tagih dan mereka enggak bakal bisa lari,” kata Menkeu Purbaya dalam keterangan pers APBN Kita di Jakarta, Senin (22/9).

Langkah itu, kata Menkeu, untuk meningkatkan kinerja penerimaan pajak yang terkontraksi di triwulan III-2025. Menurut dia, kontraksi disebabkan karena pertumbuhan ekonomi yang melambat dari perkiraan.

Meski demikian, Menkeu Purbaya menyatakan optimis penerimaan pajak akan meningkat di triwulan IV. “Ketika nanti impact kebijakan kita melonggarkan likuiditas di sistem, harusnya Oktober, November, Desember ekonominya tumbuh cepat,” ucap dia.

Menkeu lebih mendorong aktivitas ekonomi, bukan menaikkan tarif pajak, untuk meningkatkan penerimaan pajak.“Kalau ekonomi tumbuh cepat, Anda bayar pajaknyakan happy,” ujar Menkeu.

Untuk mendorong penerimaan pajak, Menkeu juga akan melakukan tindakan hukum untuk meningkatkan kepatuhan pajak.Menkeu akan bekerja sama dengan Kejakasaan Agung, Polri, KPKdan PPATK

Pertukaran dataantar lembaga, lanjut Menkeu juga akan diperkuat untuk mempermudah penarikan pajak. Termasuk memperbaiki sistem administrasi pajak Coretax.

“Saya akan lihat Coretax seperti apa, keterlambatan akan kita perbaiki secepatnya dan dalam satu bulan waktu satu bulan seharusnya bisa. Kalau kendalanya teknis, nanti saya bawa jago-jago IT untuk memperbaiki itu dengan cepat,”kata Menkeu.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto, menyampaikan kendala yang masih dialami Coretax. “Jadi Coretax ini sangat besar sistemnya dan jangkauannya sangat luas, kami sedang tahap stabilisasi dan hampir sempurna,” ujar dia.

Sehingga sistem Coretax nantinya akan lebih handal. “Insyaallah nanti, handover di Desember 2025,” ucap Bimo. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.