Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kim Jong-un Terbuka untuk Berunding dengan AS, Punya Kenangan Indah ​​tentang Trump

📅 Senin, 22 Sep 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong-un Terbuka untuk Berunding dengan AS, Punya Kenangan Indah ​​tentang Trump Doc: AFP
Ket. Pemimpin Koea Utara Kim Jong Un.

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan dia memiliki "kenangan indah" tentang Presiden AS Donald Trump dan terbuka untuk pembicaraan di masa depan dengan Amerika Serikat -- jika dia dapat mempertahankan senjata nuklirnya.

Kim bertemu Trump tiga kali di pertemuan puncak tingkat tinggi selama masa jabatan pertama Trump, sebelum akhirnya pembicaraan gagal di Hanoi pada tahun 2019 mengenai konsesi apa yang siap diberikan Pyongyang terkait persenjataan nuklirnya.

Tuntutan AS agar Kim menyerahkan senjata terlarangnya telah lama menjadi titik perdebatan antara kedua negara. Pyongyang berada di bawah serangkaian sanksi PBB atas program nuklir dan misilnya.

"Jika Amerika Serikat membuang obsesi delusinya terhadap denuklirisasi dan, berdasarkan pengakuan realitas, sungguh-sungguh menginginkan koeksistensi damai dengan kami, maka tidak ada alasan kami tidak dapat mencapainya," kataKim, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

"Saya pribadi masih menyimpan kenangan indah tentang presiden AS saat ini, Trump," tambah Kim dalam pidatonya di hadapan parlemen negara itu.

Sejak pertemuan puncak 2019 yang gagal, Korea Utara telah berulang kali mengatakan tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya dan mendeklarasikan dirinya sebagai negara nuklir yang "tidak dapat diubah".

Kim menegaskan kembali bahwa denuklirisasi bukanlah suatu pilihan.

"Dunia sudah tahu betul apa yang dilakukan Amerika Serikat setelah memaksa suatu negara untuk menyerahkan senjata nuklirnya dan melucuti senjatanya," katanya.

"Kami tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklir kami."

Kim mengatakan bahwa sanksi hanya membantu Korea Utara dalam "tumbuh lebih kuat, membangun daya tahan dan perlawanan yang tidak dapat dihancurkan oleh tekanan apa pun".

Kim juga menambahkan, dia "tidak punya alasan untuk duduk bersama Korea Selatan", bahkan ketika Presiden baru Seoul Lee Jae-myung berusaha meredakan ketegangan dengan Korea Utara.

"Kami tegaskan kami tidak akan berurusan dengan mereka dalam bentuk apa pun," ujarnya.

Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir telah menyatakan Korea Selatan sebagai musuh utamanya dan meledakkan jalur kereta api dan jalan yang menghubungkan kedua negara.

Hubungan dengan Russia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.