Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DK PBB akan Bahas Pelanggaran Wilayah Udara Estonia oleh Russia

📅 Senin, 22 Sep 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
DK PBB akan Bahas Pelanggaran Wilayah Udara Estonia oleh Russia Doc: NHK/Swedish Armed Forces

TALLINN - Estonia mengatakan Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada Senin (22/9) sebagai tanggapan atas pelanggaran wilayah udara Estonia baru-baru ini oleh Russia.

Kementerian Luar Negeri Estonia mengatakan pada Minggu (21/9) bahwa pertemuan itu atas permintaan negara tersebut. Estonia adalah salah satu dari tiga negara Baltik dan berbatasan dengan Russia.

Pemerintah Estonia mengatakan tiga pesawat tempur MiG-31 Russia memasuki wilayah udaranya di atas Laut Baltik dan bertahan di sana selama 12 menit pada Jumat (19/9). Pesawat tempur NATO dilaporkan merespons tindakan itu.

Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna mengatakan Russia telah melanggar kedaulatan wilayah negaranya. "Tindakan Russia tidak sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB," ucap Menlu Tsahkna.

Misi Amerika Serikat (AS) untuk NATO pada Sabtu (20/9) di media sosial mengatakan, "Kami mengutuk keras pelanggaran terhadap wilayah udara Estonia oleh Russia. Kami berdiri teguh bersama Sekutu Estonia kami dan akan dengan tegas mempertahankan seluruh wilayah NATO."

Kementerian Pertahanan Russia membantah bahwa pesawat tempurnya melanggar wilayah udara Estonia.

Sebelumnya, Polandia juga menyalahkan Russia atas tindakannya menerbangkan drone ke wilayah udaranya di malam hari pada 9-10 September.

Dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB yang diadakan atas permintaan Polandia pada 12 September, delegasi dari sebagian besar negara anggota mengecam Russia. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.