Menuju 2045, Pertumbuhan Lambat Bisa Gagalkan Mimpi Negara Maju, Jangan Sampai RI Hanya Jadi Penonton
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 20:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-ISEI
JAKARTA – Menggenjot pertumbuhan ekonomi di dalam negeri sangat penting untuk menjaga stabilitas dan daya saing nasional.
Pertumbuhan yang kuat tidak hanya mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat basis penerimaan negara guna membiayai pembangunan.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, percepatan ekonomi menjadi strategi vital agar Indonesia mampu keluar dari middle income trap, menarik investasi, serta memperluas ruang fiskal untuk program strategis jangka panjang.
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memandang Indonesia perlu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7 persen per tahun hingga 2045 untuk menjadi negara berpendapatan tinggi.
Hal ini, menurut ISEI, hanya dapat dicapai melalui perubahan struktural berbasis peningkatan produktivitas dan perlunya kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI Perry Warjiyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (19/9), menyampaikan bahwa kontribusi pemikiran ISEI kepada pemerintah dan masyarakat diwujudkan melalui kajian tentang transformasi ekonomi.
Kajian ini menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif, merata, efisien, dan berkelanjutan. Hasilnya tertuang dalam dokumen Kajian Kebijakan Publik (KKP) volume 6.0.
Perry menambahkan bahwa pemikiran ini sejalan dengan gagasan Begawan Ekonomi Indonesia, yakni Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, yang meyakini bahwa kemandirian dan nasionalisme ekonomi sangat penting.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tujuan akhir pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pertumbuhan angka-angka makroekonomi," kata Perry.
ISEI juga menekankan pentingnya strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi. Namun, hilirisasi harus diarahkan agar lebih inklusif, terutama di sektor mineral dan pertanian, melalui model hilirisasi pangan end-to-end.
Di sisi lain, ekonomi dan keuangan digital dipandang sebagai sumber pertumbuhan baru. Digitalisasi berpotensi menjadi mesin utama pertumbuhan berkelanjutan karena mampu memperluas inklusivitas, meningkatkan efisiensi, dan mendorong produktivitas, yang krusial untuk menghindari middle income trap.
Selain itu, pembiayaan memegang peran penting, baik melalui perluasan peran lembaga pembiayaan di sektor perumahan, maupun pendekatan adaptif dan terdiversifikasi untuk UMKM.
Sementara sektor perumahan diposisikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan permintaan domestik.
ISEI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran negara dalam pembangunan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!