Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter: Kelelahan-Berat Badan Turun Drastis Adalah Gejala Kanker Tulang

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 08:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter: Kelelahan-Berat Badan Turun Drastis Adalah Gejala Kanker Tulang Doc: ANTARA
Ket. Spesialis Orthopedi Traumatologi Konsultan Onkologi Eka Hospital BSD Tangerang dr. Muhammad Wahyudi.

TANGERANG – Spesialis Orthopedi Traumatologi Konsultan Onkologi Eka Hospital BSD Tangerang, Muhammad Wahyudi, mengatakan kelelahan, demam, dan penurunan berat badan secara drastis yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya menjadi salah satu tanda orang mengalami gejala kanker tulang.

"Tanpa penanganan yang tepat, kanker tulang dapat menyebar ke organ lain. Penanganan yang efektif dapat mengurangi risiko ini dan meningkatkan peluang kesembuhan," kata Muhammad Wahyudi di Tangerang, Jumat (19/9).

Gejala kanker tulang lainnya yang perlu diwaspadai adalah nyeri yang tidak biasa dan bisa semakin parah di malam hari atau saat beraktivitas. Benjolan di sekitar sendi terkadang terasa lunak saat disentuh. "Gejala lain yang bisa dirasakan adalah tulang menjadi lemah, sehingga mudah patah, bahkan tanpa cedera serius," katanya.

Ia menjelaskan kanker tulang adalah penyakit langka dan serius yang dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kanker tulang atau sarkoma tulang adalah jenis kanker yang berasal dari sel-sel tulang itu sendiri.

"Kanker ini dapat berkembang di tulang mana pun di tubuh, namun paling sering ditemukan di tulang panjang pada lengan dan kaki, panggul, dan tulang belakang," ujarnya.

Ada beberapa jenis kanker tulang yang paling umum, di antaranya osteosarcoma yang paling sering menyerang anak-anak dan remaja. Kanker ini terbentuk di jaringan tulang yang masih muda.

Ewing's Sarcoma, yakni kanker langka yang menyerang anak-anak dan remaja, berkembang di sumsum tulang. Chondrosarcoma umumnya menyerang orang dewasa dan berkembang dari tulang rawan.

Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui, namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya, di antaranya genetik, orang dengan riwayat penyakit tulang tertentu, riwayat radiasi atau terapi kanker.

Jika dokter mencurigai adanya kanker tulang, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, di antaranya cek fisik, tes pencitraan X-ray, MRI, CT scan, dan PET scan.

"Cara lain juga bisa biopsi tulang. Ini adalah prosedur paling akurat untuk diagnosis. Sampel jaringan tulang diambil dan diperiksa di laboratorium untuk memastikan keberadaan sel kanker," ujarnya.

Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tulang, deteksi dini dan gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan tulang secara keseluruhan.

Beberapa pilihan pengobatan kanker tulang, yakni operasi, kemoterapi, radioterapi dan terapi target & Imunoterapi. "Untuk pilihan terakhir ini bergantung pada kasus, dapat digunakan untuk menargetkan sel kanker secara spesifik atau meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh pasien," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.