Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Intelejen Inggris: 'Tidak Ada Bukti' Putin Menginginkan Perdamaian di Ukraina

24 Jumat, 19 Sep 2025, 17:11 WIB | Oleh:
Badan Intelejen Inggris: 'Tidak Ada Bukti' Putin Menginginkan Perdamaian di Ukraina Badan Intelejen Inggris: 'Tidak Ada Bukti' Putin Menginginkan Perdamaian di Ukraina Doc: Istimewa
Ket. Markas MI6 di London. Moore yang akan segera lengser itu mengatakan Putin "menipu kita" dengan janji-janji kemajuan dalam perdamaian

ISTANBUL - Kepala badan intelejen Inggris, MI6, Richard Moore, pada Jumat (17/9) memperingatkan ia tidak melihat "bukti" bahwa Presiden Russia Vladimir Putin memiliki minat dalam perdamaian yang dinegosiasikan selain dari kapitulasi Ukraina.Dilansir oleh The Guardian, berbicara di Istanbul, ia mengatakan bahwa Putin “menipu kita” dengan janji-janji kemajuan perdamaian." Dia berusaha memaksakan kehendak kekaisarannya dengan segala cara yang tersedia. Namun, dia tidak berhasil," kata Moore.

"Putin telah berusaha meyakinkan dunia bahwa kemenangan Rusia tak terelakkan. Namun dia berbohong. Dia berbohong kepada dunia. Dia berbohong kepada rakyatnya. Mungkin dia bahkan berbohong kepada dirinya sendiri," ujarnya dalam konferensi pers.

Ia mengatakan bahwa Putin “menggadaikan masa depan negaranya demi warisan pribadinya dan versi sejarah yang terdistorsi” dan perang tersebut “mempercepat kemunduran ini.”

Terus terang, Putin telah mengambil risiko lebih besar daripada yang bisa ditanggungnya. Ia pikir ia akan meraih kemenangan mudah. ​​Namun, ia – dan banyak orang lainnya – meremehkan Ukraina."Putin telah berusaha meyakinkan dunia bahwa kemenangan Rusia tak terelakkan. Namun dia berbohong. Dia berbohong kepada dunia. Dia berbohong kepada rakyatnya. Mungkin dia bahkan berbohong kepada dirinya sendiri," ujarnya dalam konferensi pers.Moore akan meninggalkan jabatannya pada akhir bulan iniSementata itu, Uni Eropa diperkirakan akan mengungkap paket sanksi terbaru, yang ke-19, terhadap Russia hari ini, yang menurut presiden komisi, Ursula von der Leyen, akan menargetkan kripto, bank, dan energi, antara lain.Uni Eropa juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengenakan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan di Tiongkok dan India yang membantu perdagangan minyak Rusia , seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Bloomberg.Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan dari presiden AS, Donald Trump , agar blok tersebut juga mempercepat rencananya untuk menghentikan minyak Rusia.Berbicara di samping Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, ia mengatakan kemarin bahwa tujuannya adalah "melakukan hal-hal lain" untuk membantu Eropa melawan Rusia , tetapi "tidak ketika orang-orang yang saya perjuangkan membeli minyak dari Rusia".“Anda tidak bisa [melakukan hal itu], itu tidak adil terhadap Amerika Serikat, dan kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.