Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hong Kong Bertekad Kembangkan Koridor Pelayaran Hijau

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 16:47 WIB | Oleh:
Hong Kong Bertekad Kembangkan Koridor Pelayaran Hijau Doc: SCMP/Roy Issa

HONG KONG - Pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong akan menjalin hubungan "pelabuhan mitra" dengan wilayah Tiongkok Daratan yang memiliki signifikansi kerja sama strategis, dan wilayah yang berada dalam kerangka kerja sama Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra.

Mereka juga mempersiapkan pengembangan koridor pelayaran hijau, demikian disampaikan Kepala Eksekutif SAR Hong Kong John Lee.

Dalam pidato kebijakannya pada Rabu (17/9), Lee mengatakan bahwa pemerintah SAR Hong Kong secara aktif memperluas sumber kargo Hong Kong, mempromosikan transportasi kargo antarmoda dari provinsi-provinsi dan kota-kota pedalaman di Tiongkok Daratan ke pasar internasional melalui Hong Kong via jalur kereta api, laut, darat, dan sungai.

Saat ini, kargo yang berasal dari Chongqing dan Chengdu dapat dikirim melalui layanan antarmoda laut-darat ke Pelabuhan Yantian di Shenzhen atau Teluk Beibu di Guangxi, lalu dipindahkan ke Terminal Kontainer Kwai Tsing melalui layanan pengumpan (feeder) atau layanan liner harian. Hal ini sepenuhnya memanfaatkan keunggulan komplementer pelabuhan terkait, sehingga mencapai manfaat bersama, katanya.

"Kami juga akan mewajibkan semua kapal yang menyediakan layanan penyuplaian bahan bakar (bunkering service) metanol di perairan Hong Kong untuk memasang meteran aliran massa guna meningkatkan efisiensi bunkering dalam setahun ke depan," dan "akan merevisi Peraturan Pendaftaran Kapal Niaga tahun depan agar membuat proses pendaftaran lebih fleksibel dan terdigitalisasi," kata Lee, demikian warta Xinhua. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.