Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma di Jawa Timur, Sound Horeg Juga Ada di Brasil, Bikin Rambut Terbang hingga Buat Telinga Nyaris Meledak!

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 09:25 WIB | Oleh:
Bukan Cuma di Jawa Timur, Sound Horeg Juga Ada di Brasil, Bikin Rambut Terbang hingga Buat Telinga Nyaris Meledak! Doc: KondZilla
Ket. Paredao de som di Brasil.

JAKARTA - Di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Timur, istilah sound horeg sudah bukan hal asing. Tapi tahukah kamu, ternyata Brasil punya versi yang jauh lebih ekstrem bernama paredao de som alias dinding suara? 

Tradisi ini begitu mengguncang karena bukan hanya membuat telinga berdenging, tapi bahkan mampu membuat rambut orang yang berdiri di dekatnya beterbangan gara-gara hentakan bass yang brutal!

Fenomena ini bukan sekadar tren asal-asalan. Menurut Volume Morto, asal-usulnya bisa ditarik hingga ke Jamaika tahun 1940an, ketika sound system raksasa pertama kali diciptakan. 

Kala itu, musik keras menjadi hiburan alternatif bagi kelas bawah, melawan dominasi klub elite dengan band mahal. 

DJ di Jamaika pun mengubah truk dan van mereka menjadi mesin musik dengan generator, turntable, dan speaker besar, lalu menggelar pesta jalanan yang menggema di pinggiran Kingston.

Semangat inilah yang kemudian menjalar ke Brasil. Awalnya, para pemuda hanya memasang sound system keras di mobil untuk pamer pada teman-temannya. 

Namun perlahan, tradisi ini berkembang menjadi ajang adu gengsi, siapa yang punya speaker paling gahar, dialah yang paling dihormati. 

Tidak berhenti di mobil biasa, mereka lalu beralih ke trailer raksasa yang dijejali speaker bertumpuk. Hasilnya? Sebuah pesta jalanan yang bisa bikin lantai bergetar!

Fenomena unik ini tak luput dari sorotan antropolog Carlos Benedito Rodrigues dan etnomusikolog Felipe Maia. 

Menurut mereka, paredao bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebanggaan sosial. 

Bagi para pekerja sound system, merakit susunan audio yang sempurna adalah sebuah seni yang meningkatkan status mereka di komunitas.

Namun, sebagaimana sound horeg di Jawa Timur, tradisi ini tak lepas dari kontroversi. 

Banyak warga Brasil menilai kebisingan paredao sudah melewati batas wajar. 

Bayangkan saja, WHO merekomendasikan batas aman suara di kisaran 75–85 desibel, sementara paredao dengan santainya bisa menembus 120–130 desibel! 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.