Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Beras Kualitas Medium di Lebak Stabil dan Pasokan Melimpah 

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 13:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Beras Kualitas Medium di Lebak Stabil dan Pasokan Melimpah  Doc: ANTARA
Ket. Pabrik penggilingan padi di Kabupaten Lebak, Banten memasok beras ke sejumlah pasar tradisional di daerah itu untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat.

LEBAK – Harga beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan signifikan, karena pasokan bahan pokok itu melimpah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani di Lebak, Kamis (18/9), mengatakan sejak dua bulan terakhir ini kualitas beras medium di daerah itu relatif stabil di tingkat pedagang pengecer.

Untuk harga beras medium KW 1 dijual Rp13.500 per kilogram (kg), beras medium KW 2 Rp12.500 per kg dan beras medium KW 3 Rp11.500 per kg.

"Semua beras kualitas medium lokal yang dijual di pasar tradisional itu dipasok dari kelompok tani dan pabrik penggilingan padi di Lebak," katanya menjelaskan.

Menurut dia, panen padi di wilayah Kabupaten Lebak menyumbangkan ketersediaan pangan masyarakat.

Saat ini, pendistribusian beras lokal memenuhi permintaan sejumlah pedagang, bahkan pasokan bahan pokok itu melimpah.

Mereka pedagang beras di pasar tradisional di Kabupaten Lebak, seperti Pasar Rangkasbitung, Maja, Cipanas, Bayah, Wanasalam, Muncang, Banjarsari, dan Sampay Warunggunung tidak mendatangkan beras dari luar daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Oleh karena itu, harga beras medium di pasaran relatif stabil di tingkat pedagang pengecer.

"Kami meyakini harga beras medium itu relatif stabil hingga akhir tahun 2025, karena panenan diperkirakan berlangsung sampai Desember mendatang," katanya.

Bambang, pengusaha penggilingan padi di Warunggunung Kabupaten Lebak, mengatakan pihaknya kini dapat memenuhi permintaan pedagang pengecer di sejumlah pasar tradisional di daerah ini hingga 30 ton beras per hari.

Pendistribusian beras lokal itu dari hasil panen Juli - Agustus 2025, bahkan pekan ini dipasok gabah kering pungut sekitar 100 ton dari petani selatan Lebak.

"Kami menjual beras medium kualitas bagus itu ke pedagang pengecer Rp12.500 per kg atau di bawah harga pembelian pemerintah Rp13.500 per kg," katanya.

Sementara itu, Maman, pedagang beras di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan bahwa saat ini harga relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan akibat pendistribusian bahan pokok melimpah, termasuk beras medium.

Selama ini, omzet penjualan terjadi kenaikan, terlebih permintaan untuk program MBG cukup meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Busyett…Angka Insentif Pa...

1,46 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

39 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
1,46 Juta Batang Rokok Ileg...
Daerah
Guru Bimbingan dan Konselin...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.