Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Janji Kurangi Emisi hingga 70 Persen pada Tahun 2035

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 15:00 WIB | Oleh:

Anote Tong, mantan presiden negara Pasifik Kiribati, mengatakan kepada AFP bahwa tujuan Australia dirusak oleh ketergantungannya pada bahan bakar fosil.

"Masalahnya adalah tingginya volume ekspor bahan bakar fosil (Australia) dan subsidi substansial yang terus-menerus diberikan kepada industri bahan bakar fosil," kata Tong, yang sering disebut sebagai bapak pendiri gerakan iklim Pasifik.

"Keputusan pemerintah baru-baru ini menjadi semakin kontras dengan Laporan Penilaian Risiko Iklim yang baru-baru ini dirilis, yang memprediksi skenario apokaliptik, bahkan bagi warga negara Australia, jika tidak diindahkan," ujarnya.

Emisi global telah meningkat tetapi perlu dikurangi hampir setengahnya pada akhir dekade ini untuk membatasi pemanasan global ke tingkat yang aman yang disepakati dalam kesepakatan Paris.

Komitmen Australia sebelumnya pada tahun 2030 adalah memangkas emisi sebesar 43 persen dari tingkat emisi tahun 2005. 

Negara-negara seharusnya menyerahkan target yang diperbarui awal tahun ini tetapi hanya 10 dari hampir 200 negara yang melakukannya tepat waktu, menurut basis data PBB yang melacak penyerahan tersebut.

Australia telah menggelontorkan miliaran dolar untuk tenaga surya, turbin angin, dan manufaktur hijau serta berjanji menjadikan negara itu sebagai negara adidaya energi terbarukan.

Namun ambisi ramah lingkungannya bertolak belakang dengan keterlibatannya dengan industri bahan bakar fosil yang menguntungkan, dan tetap menjadi salah satu eksportir batu bara terbesar di dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.