Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Desak AS dan Jepang Tarik Sistem Misil Typhon

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Desak AS dan Jepang Tarik Sistem Misil Typhon Doc: US Army Pacific Public Affairs Office
Ket. Sejumlah personel militer AS sedang mempersiapkan penggunaan sistem misil Typhon di sebuah lokasi di Jepang beberapa waktu lalu. Pada Selasa (16/9) Tiongkok mendesak Jepang dan AS untuk menarik sistem misil Typhon ini setelah sistem persenjataan canggih itu ditempatkan di Jepang.

BEIJING - Tiongkok pada Selasa (16/9) mendesak Jepang dan Amerika Serikat (AS) untuk menarik sistem misil Typhon yang dikembangkan AS, setelah sistem persenjataan canggih itu ditempatkan di Jepang untuk pertama kalinya selama latihan militer gabungan.

Jepang dan AS rencananya akan memulai latihan militer Resolute Dragon pada Kamis (18/9) dan latihan gabungan itu akan berlangsung hingga 25 September, kata Kementerian Pertahanan Jepang di media sosial X.

Pasukan Bela Diri Jepang mengkonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa sistem misil tersebut telah diperagakan untuk pertama kalinya di negara tersebut selama latihan, meskipun dikatakan senjata tersebut tidak akan digunakan.

Mengetahui hal ini, Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Selasa meminta AS dan Jepang untuk segera menarik sistem misil tersebut.

"Amerika Serikat dan Jepang mengabaikan kekhawatiran serius Tiongkok dan bersikeras menempatkan sistem misil jarak menengah Typhon di Jepang dengan dalih latihan bersama," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, kepada wartawan dalam sebuah pengarahan rutin.

"Tiongkok menyatakan ketidakpuasan yang kuat dan penentangan tegas terhadap hal ini," imbuh dia.

Sistem misil Typhon milik AS merupakan bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista) modernisasi serangan presisi jarak jauh milik Angkatan Darat, menurut laporan pada April lalu di situs web Institut Angkatan Laut AS.

Sistem ini memanfaatkan misil SM-6 produksi Raytheon dan misil jelajah Tomahawk produksi Raytheon dan memodifikasinya untuk peluncuran darat, imbuh laporan itu.

“Persenjataan ini adalah sistem berbasis truk dan bermuatan trailer yang mampu digunakan di seluruh posisi terjal dan sulit," ucap petinggi militer AS, Kolonel Wade Germann, kepada wartawan pada Senin (15/9) lalu, seraya mengatakan bahwa latihan gabungan Resolute Dragon ini akan memberikan pelatihan yang tangguh dan realistis, sekaligus memastikan kesiapan tempur pada saat dibutuhkan.

“Latihan ini juga merupakan kesempatan untuk menguji Typhon di Iwakuni,” kata Kolonel Germann.

Tingkatkan Penggentaran

Menurut kantor berita NHK, militer AS mengerahkan sistem misil jarak menengah baru di Jepang dalam sebuah langkah yang dapat meningkatkan daya penggentaran. Sistem misil Typhon ini pada awal pekan telah ditempatkan di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Iwakuni di Prefektur Yamaguchi, Jepang.

"Pencegahan terhadap serangan bersenjata dapat ditingkatkan seiring dengan semakin ketatnya lingkungan keamanan di sekitar Jepang," ujar juru bicara Pasukan Bela Diri Jepang kepada AFP.

Sistem misil Typhon ini dapat meluncurkan misil dengan jangkauan 1.600 kilometer yang dapat mencapai Laut Tiongkok Timur dan sebagian wilayah Tiongkok dari Iwakuni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.