Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Banjarmasin Lakukan Kajian untuk Studi Kelayakan TPAS Basirih

📅 Senin, 15 Sep 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Pemkot Banjarmasin Lakukan Kajian untuk Studi Kelayakan TPAS Basirih Doc: Antara

Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan melakukan kajian untuk studi kelayakan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih sebagai upaya penanganan darurat sampah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah di Banjarmasin, Senin, menyampaikan, sebagai upaya mengoptimalkan penanganan darurat sampah, TPAS Basirih terus dilakukan pembenahan.

"Jadi kami mendapat tugas untuk melakukan feasibility study atau studi kelayakan review terhadap TPAS Basirih," ujarnya.

Diungkapkan dia, kajian ini mencakup beberapa aspek penting, seperti kelayakan TPAS secara keseluruhan dan pemanfaatan sektor-sektor lainnya.

"Kelayakannya seperti apa? Dan terus pemanfaatan sektor-sektornya yang seperti apa?," ujarnya.

Dikatakan dia, kajian ini didanai melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp500 juta.

"Hasil kajian ini diharapkan sudah bisa diketahui pada 2026," ujarnya.

Menurut Suri, hasilnya mungkin nanti bisa didetailkan lagi. Sehingga pemanfaatan TPAS Basirih ini bisa dioptimalkan.

"Mungkin sektor mana yang bisa dimanfaatkan kembali dan mana yang memang harus dikembalikan ke alam," katanya.

TPAS Basirih dikenakan sanksi berat penutupan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 1 Februari 2025 karena masih beroperasi sistem terbuka.

Akibat sanksi itu, Pemkot Banjarmasin harus menetapkan status darurat sampah, karena TPAS satu-satunya ditutup, hingga tumpukan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan lagi harus jauh dan terbata kuotanya bisa dikirim ke TPAS Banjabakula milik Pemprov Kalsel di Kota Banjarbaru.

Kementerian Lingkungan Hidup RI memberikan lampu hijau untuk TPAS Basirih bisa dibuka kembali, namun harus dilakukan pembenahan total, termasuk dilakukan kembali studi kelayakan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.