Penelitian Terbaru: Insomnia Kronis Berpotensi Percepat Penuaan Otak
📅 Minggu, 14 Sep 2025, 21:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Insomnia kronis terbukti berhubungan dengan percepatan penurunan fungsi otak dan daya ingat. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kognitif ringan maupun demensia.
Insomnia kronis merupakan gangguan tidur persisten dimana seseorang mengalami kesulitan memulai atau mempertahankan tidur. Mereka memiliki kualitas tidur yang buruk, setidaknya tiga kali seminggu selama tiga bulan atau lebih.
Melansir dari berbagai sumber, penelitian terbaru di jurnal Neurology meneliti lebih dari 2.500 orang yang sehat secara kognitif. Mereka berusia rata-rata 70 tahun dan hasilnya menunjukkan 16 persen peserta mengalami insomnia kronis.
Dari kelompok tersebut, 14 persen mengalami gangguan kognitif ringan atau demensia selama masa studi. Sementara, 10 persen peserta tanpa insomnia yang mengalami gejala serupa.
Berdasarkan perhitungan faktor risiko lain, penderita insomnia memiliki kemungkinan 40 persen lebih tinggi mengalami gangguan kognitif. Kondisi ini setara dengan penuaan otak 3,5 tahun lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Insomnia tidak hanya mempengaruhi perasaan Anda keesokan harinya. Tapi juga kesehatan otak," ujar Diego Carvalho, ahli saraf dari Mayo Clinic.
Carvalho menambahkan, insomnia kronis bisa menjadi tanda peringatan dini atau penyebab masalah kognitif di masa depan. Hal ini terlihat dari hasil tes berpikir yang menurun lebih cepat.
Penderita insomnia yang tidur lebih sedikit dalam dua minggu terakhir menunjukkan skor tes kognitif lebih rendah sejak awal. Kondisi tersebut setara dengan otak empat tahun lebih tua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka juga memiliki lebih banyak plak amiloid yang berhubungan dengan Alzheimer. Selain itu, terdapat kerusakan pada jaringan otak akibat gangguan pembuluh darah kecil.
“Hasil penelitian kami menunjukkan insomnia mempengaruhi otak dengan berbagai cara. Tidak hanya soal plak amiloid, tetapi juga kesehatan pembuluh darah kecil,” kata Carvalho.
Ahli Syaraf dari Mayo Clinic itu menekankan pentingnya mengatasi insomnia kronis, bukan hanya untuk kualitas tidur. Namun juga untuk menjaga ketahanan otak seiring bertambahnya usia.
Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang tidur lebih lama dari biasanya memiliki lebih sedikit kerusakan jaringan otak. Hal ini menunjukkan tidur cukup memberi perlindungan otak.
Meski ada keterbatasan data terkait tingkat keparahan gejala, pesan peneliti cukup jelas. Upayakan untuk tidur cukup, dan bila sulit tidur, segera cari bantuan medis. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!