Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag: Digitalisasi Kunci Efisiensi Perdagangan Nasional

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 14:25 WIB | Oleh:
Mendag: Digitalisasi Kunci Efisiensi Perdagangan Nasional Doc: Kementerian Perdagangan
Ket. Menteri Perdagangan, Budi Santoso

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan, digitalisasi menjadi kunci efisiensi perdagangan nasional. Konsep live shopping diyakini mampu menjembatani keraguan konsumen saat melakukan pembelian produk secara online.

“Jadi memang mau tidak mau ya. Sekarang ya kita harus digitalisasi kan semua bisa jualan secara online,” ujar Budi dalam P-Gangan (Podcast Perdagangan), program dari Kementerian Perdagangan, Sabtu (13/9).

Ia menjelaskan, digitalisasi memungkinkan pelaku usaha berjualan cukup menggunakan 'handphone' tanpa investasi besar untuk toko fisik. Strategi ini, membuat bisnis lebih mudah diakses konsumen sekaligus mengurangi beban modal awal pengusaha.

“Live shopping itu bagus ya. Itu bisa menjembatani antara penjual dan pembeli,” ucap Budi.

Kemudian, Budi menuturkan, transformasi digital tidak bermaksud meninggalkan perdagangan offline sepenuhnya. Melainkan, menurut dia mengkombinasikan dua sistem perdagangan.

Ia mencontohkan, pasar tradisional kini mulai aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan perdagangan sehari-hari. “Bahkan sekarang di pasar rakyat, pasar tradisional itu, mereka juga tidak hanya offline tapi mereka juga jualan online,” ujar Budi.

Sementara itu, konten kreator Ibnu Wardani menilai live shopping memberikan pengalaman tambahan bagi calon pembeli secara nyata. Metode ini, mampu membangun rasa percaya konsumen karena produk ditampilkan langsung saat siaran.

"Live shopping tidak sekadar meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas engagement dan awareness merek produk. Strategi digital dapat menghemat biaya promosi miliaran rupiah bagi pelaku usaha baru," kata Ibnu di acara yang sama.

“Jadi emang bener ada experience tambahan lagi buat kepada calon-calon pembeli juga. Jadi trust-nya juga jadi meningkat juga seperti itu."

Adapun program UMKM BISA Ekspor yang difasilitasi Kementerian Perdagangan berhasil mencatatkan transaksi signifikan tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, nilai transaksi mencapai 90,04 juta USD atau sekitar Rp1,4 triliun.

“Itu kayak program UMKM BISA ekspor. Dan itu mereka nggak pernah ketemu sama buyer,” kata Budi.

Menurut Budi, dengan memfasilitasi business matching online dapat memperkuat kepercayaan buyer terhadap UMKM Indonesia. Ia optimistis digitalisasi membuka jalan lebih luas bagi ekspor dan peningkatan daya saing nasional. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.