Injeksi Likuiditas di Himbara, Dana Jumbo Harus Jadi Bensin Ekonomi, Jangan Hanya Mengendap
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 17:58 WIB | Oleh: Tim PenulisHal ini menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi yang berpotensi menjaga pertumbuhan sepanjang 2025.
Optimisme konsumen pun terjaga, tercermin dari indeks keyakinan konsumen Agustus 2025 di level 117,2.
Sementara itu, sektor perbankan Indonesia tetap tangguh dengan kinerja stabil meski pertumbuhan kredit melambat dibanding tahun lalu.
Pada Juli 2025, kredit tumbuh 7,03 persen yoy, terutama didorong kredit korporasi yang naik 9,59 persen yoy. Jika dilihat dari sektor ekonomi, pertumbuhan ditopang sektor rumah tangga (8,39 persen), industri pengolahan (5,59 persen), serta pertambangan dan penggalian (18,31 persen).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dana pihak ketiga (DPK) naik 7,00 persen yoy. Sementara loan to deposit ratio (LDR) tercatat di level 86,54 persen, menunjukkan ruang ekspansi kredit masih terbuka.
Adapun pertumbuhan undisbursed loan sebesar 9,52 persen yoy, lebih tinggi dari 6,89 persen tahun lalu, mengindikasikan adanya kelonggaran tarik kredit di masa depan yang dapat dimanfaatkan oleh debitur dalam melakukan ekspansi usaha.
Sebagai informasi, pada Jumat (12/9), Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan dana pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia (BI) senilai total Rp200 triliun akan ditempatkan pada lima bank.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelimanya antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dana pemerintah tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!