Gubernur Banten Dorong Forum Nelayan untuk Bahas Solusi Perikanan
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mendorong forum dialog bersama nelayan untuk membahas secara komprehensif persoalan dan solusi perikanan dan kelautan di provinsi tersebut.
Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan segera menindaklanjuti aspirasi nelayan yang disampaikan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten.
“Saya minta dalam waktu yang sangat segera Ibu Kadis (Kepala Dinas) Kelautan dan Perikanan membuat forum dengan saya dan teman-teman HNSI. Jadi saat diskusi bukan lagi curhatan, tapi sudah sama-sama mencari solusi,” kata dia di Serang, Kamis (11/9).
Dia menjelaskan penyelesaian atas persoalan yang muncul dari lapangan terkait dengan perikanan dan kelautan akan menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah.
Ia menekankan perlunya melibatkan lebih banyak pihak dalam penyusunan program pembangunan agar usulan dari masyarakat terakomodasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya ingin diskusi langsung, bahkan kalau bisa di lokasi nelayan, supaya kita bisa melihat kondisi riil,” ujarnya.
Andra menyebut Banten memiliki karakter laut berbeda antara wilayah utara dan selatan, sehingga penanganan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Semangat dari HNSI adalah semangat solusi, semangat perbaikan, dan pemanfaatan laut yang lebih maksimal. Semangat dari kita adalah bagaimana nelayan sejahtera,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mencontohkan laporan terkini terkait dengan nelayan di wilayah selatan yang tidak bisa melaut akibat cuaca.
Menurut dia, kondisi itu memerlukan langkah-langkah penanganan yang melibatkan lintas organisasi perangkat daerah.
“Yang menjadi kewenangan pusat kita akan komunikasikan, yang menjadi kewenangan kabupaten/kota juga akan kita diskusikan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HNSI Banten Neneng Sri Hastuti Handayani menyatakan aspirasi utama nelayan berkaitan dengan pendangkalan alur, distribusi BBM subsidi, serta pelibatan organisasi dalam penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
Ia menjelaskan pendangkalan alur membuat nelayan sering kesulitan melaut.
Selain itu, akses BBM subsidi belum merata hingga desa pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!