Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragedi Nepal Memanas: 31 Nyawa Melayang, 15 Ribu Narapidana Kabur

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 16:26 WIB | Oleh:
Tragedi Nepal Memanas: 31 Nyawa Melayang, 15 Ribu Narapidana Kabur Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Massa mengikuti demonstrasi yang menentang pelarangan media sosial oleh pemerintah Nepal.

ANKARA - Nepal dilanda krisis besar. Sedikitnya 31 orang tewas dalam protes keras yang menggulingkan Perdana Menteri KP Sharma Oli. Di tengah kekacauan, lebih dari 15 ribu narapidana dilaporkan kabur, sementara militer kini mengambil alih kendali keamanan.

Departemen Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Pengajaran Universitas Tribhuvan, tempat jenazah para pengunjuk rasa dibawa untuk keperluan autopsi, identitas awal dari 25 korban telah berhasil diidentifikasi.

Sementara itu, identitas enam korban lainnya, yang salah satunya perempuan, masih belum diketahui, menurut harian berbahasa Inggris Kathmandu Post.

Tentara Nepal melepaskan tembakan pada Kamis pagi untuk menggagalkan upaya pelarian di sebuah penjara, menewaskan sedikitnya dua narapidana dan melukai lebih dari 12 orang lainnya.

Upaya pelarian terbaru itu terjadi di distrik Ramechhap, Provinsi Bagmati, ketika para narapidana berhasil merusak beberapa kunci bagian dalam dan mencoba mendobrak gerbang utama sebelum akhirnya aparat keamanan melepaskan tembakan.

Penjara tersebut menampung lebih dari 300 narapidana.

Pihak kepolisian menyatakan situasi sudah terkendali dan tidak ada narapidana yang berhasil melarikan diri.

Nepal telah mengalami beberapa kali upaya pelarian dari penjara sejak protes keras terjadi. Lebih dari 15.000 narapidana dilaporkan berhasil kabur dalam beberapa hari terakhir.

Militer telah mengambil alih kendali keamanan di negara tersebut setelah gelombang protes yang dipimpin oleh generasi muda, dikenal sebagai “Generasi Z”, memaksa Oli mengundurkan diri.

Pembahasan tengah berlangsung untuk menentukan kepemimpinan pemerintahan sementara yang akan menjalankan negara kecil di pegunungan Himalaya tersebut hingga pemilihan umum baru.

Adapun para pemuda yang memimpin aksi protes memilih mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki, melalui jajak pendapat daring sebagai kandidat kepala pemerintahan sementara.

Sementara itu, sebagian kelompok pengunjuk rasa juga mengusulkan nama Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah, untuk memimpin pemerintahan transisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Ditempel Dewa United Banten...
Ekonomi
Di Tengah Tekanan Biaya, Ap...

James Gunn Bantah Rumor Milly Alcock Dipecat dari Peran Supergirl

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
James Gunn Bantah Rumor Mil...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.