Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nepal Memanas! 4 Fakta Larangan Medsos Berujung Demo Berdarah, PM Mundur Hingga Gedung Parlemen Dibakar

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 10:50 WIB | Oleh:
Nepal Memanas! 4 Fakta Larangan Medsos Berujung Demo Berdarah, PM Mundur Hingga Gedung Parlemen Dibakar Doc: AFP
Ket. Gedung perdana menteri nepal dibakar massa demo

JAKARTA - Nepal sedang bergejolak! Kebijakan pemerintah yang melarang akses ke berbagai platform media sosial justru menyulut gelombang protes berdarah. Awalnya, rakyat Nepal hanya menuntut kebebasan digital. Namun, demonstrasi yang dimulai pada awal September 2025 itu berubah menjadi tragedi besar dengan puluhan nyawa melayang, ratusan luka-luka, hingga Perdana Menteri (PM) Nepal terpaksa mundur.1. 19 Orang Tewas, 400 Luka-LukaBentrok besar pecah pada Senin (8/9/2025) ketika ribuan demonstran menolak pemblokiran Facebook, YouTube, dan X. Massa yang marah menerobos barikade kawat berduri menuju parlemen. Aparat merespons dengan peluru karet, gas air mata, dan pentungan. Amnesty International bahkan menuding polisi menggunakan peluru tajam. Hasilnya, 19 orang tewas dan lebih dari 400 orang terluka, termasuk 100 polisi. Situasi darurat memaksa pemerintah memberlakukan jam malam di berbagai wilayah.PBB pun angkat suara. Mereka menuntut penyelidikan transparan atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan Nepal.2. Pemerintah Cabut Larangan MedsosHanya dua hari setelah tragedi, pemerintah Nepal akhirnya mencabut larangan media sosial. Menteri Komunikasi Prithvi Subba Gurung mengumumkan keputusan itu usai rapat kabinet darurat. Kini, semua aplikasi populer kembali bisa diakses.Larangan sebelumnya dinilai gegabah karena memutus jalur komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda. Di negara dengan pengangguran tinggi dan PDB per kapita hanya sekitar Rp 23,8 juta, kebijakan represif ini memperburuk ketidakpuasan publik yang sudah lama menumpuk.3. PM Nepal Mundur, Rumah Dibakar Massa Gen ZGelombang protes yang dipimpin Generasi Z semakin membesar. Demonstran tidak hanya menuntut kebebasan digital, tetapi juga pemberantasan korupsi. Situasi makin panas saat massa membakar gedung parlemen, rumah pribadi PM KP Sharma Oli, hingga kediaman beberapa mantan perdana menteri.Tak tahan tekanan, Oli akhirnya mengundurkan diri. Video dirinya meninggalkan Kathmandu dengan helikopter militer beredar luas. Dalam waktu singkat, empat menteri kabinet lain juga mundur, membuat pemerintahan Nepal kian goyah.4. Presiden Nepal Serukan PerdamaianPresiden Ramchandra Paudel turun tangan menyerukan persatuan nasional. Ia meminta rakyat menahan diri agar negara tidak semakin hancur akibat konflik internal. Tapi, banyak pihak menilai seruan ini telat karena api amarah rakyat sudah telanjur membakar kursi kekuasaan.Kini, dunia menatap Nepal dengan waswas. Apakah negeri Himalaya ini akan segera bangkit dengan pemerintahan baru yang lebih demokratis, atau justru semakin terjerumus ke dalam krisis politik yang lebih dalam?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.