Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Politik Nepal: Presiden dan Panglima Bahas Kandidat Pemimpin Sementara

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Krisis Politik Nepal: Presiden dan Panglima Bahas Kandidat Pemimpin Sementara Doc: PTI

JAKARTA – Krisis politik di Nepal terus berlanjut setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri pada Selasa lalu akibat gelombang protes besar-besaran yang dipimpin mahasiswa. Presiden Nepal Ramchandra Paudel dan Panglima Angkatan Darat Ashok Raj Sigdel menggelar pertemuan di Markas Besar Angkatan Darat Bhadrakali pada Kamis (11/9), guna membahas calon pemimpin sementara yang akan menjalankan pemerintahan.

Menurut sumber, sejumlah nama tengah dipertimbangkan untuk menduduki kursi kepemimpinan sementara. Mereka adalah mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki, Wali Kota Kathmandu Balendra Shah, mantan CEO Otoritas Listrik Nepal Kulman Ghising, serta Wali Kota Dharan Harka Sampang. Sosok terpilih nantinya akan bertugas menyusun peta jalan politik baru, sekaligus menyelenggarakan pemilu dalam jangka waktu tertentu.

Seorang juru bicara Angkatan Darat Nepal membenarkan bahwa diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan masih berlangsung.

“Kami sedang mengadakan beberapa putaran pembicaraan dengan berbagai pihak. Fokusnya mencari jalan keluar dari kebuntuan saat ini sekaligus menjaga hukum dan ketertiban di negara ini,” ujarnya.

Di luar markas angkatan darat, puluhan pemuda yang sebagian besar dari kelompok Gen Z terlihat menanti keputusan pertemuan dengan penuh antusias. Kelompok inilah yang sebelumnya memimpin aksi demonstrasi menuntut perbaikan sistem politik serta pengunduran diri Oli dari jabatan perdana menteri.

Pertemuan serupa sebenarnya telah dilakukan sehari sebelumnya, namun belum menghasilkan kesepakatan. Sumber menyebutkan bahwa agenda utama diskusi adalah pembentukan pemerintahan sementara dan rencana penyelenggaraan pemilu.

“Kepala eksekutif yang baru akan menjadi orang yang akan menyelenggarakan pemilihan baru dalam jangka waktu tertentu,” kata salah satu sumber.

Meski sejumlah pihak menilai Wali Kota Balendra Shah mendukung pencalonan Sushila Karki, kejelasan soal siapa yang akan memimpin kabinet sementara masih samar. Keraguan juga muncul di kalangan kelompok Gen Z terkait nama-nama kandidat yang ada.

Situasi politik Nepal kini berada di bawah kendali militer setelah gelombang protes mahasiswa berujung pada kekerasan. Tentara Nepal mengambil alih tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, kelompok mahasiswa yang berafiliasi dengan partai-partai besar turut menggelar aksi demonstrasi di beberapa titik di Kathmandu. Mereka menegaskan bahwa dalam proses pembentukan pemerintahan baru, konstitusi harus tetap dijaga serta demokrasi dan hak asasi manusia harus dilindungi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.