Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggunaan Mata Uang Lokal Menggeliat, Transaksi LCT RI–Tiongkok Tembus Rp100 Triliun

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 17:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penggunaan Mata Uang Lokal Menggeliat, Transaksi LCT RI–Tiongkok Tembus Rp100 Triliun Doc: ANTARA/HO-Bank Indonesia
Ket. Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBoC Pan Gongsheng.

JAKARTA – Transaksi dengan mata uang lokal (Local Currency Transaction) menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah gejolak nilai tukar global.

Dengan menggunakan mata uang domestik dalam perdagangan dan investasi bilateral, ketergantungan terhadap dolar AS dapat ditekan sehingga risiko fluktuasi kurs dan biaya konversi berkurang.

Langkah ini bukan hanya memperkuat kedaulatan moneter, tetapi juga meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara.

Selain itu, transaksi mata uang lokal dapat memperluas akses perdagangan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, karena biaya lebih rendah dan proses lebih sederhana.

Dalam jangka panjang, penguatan ekosistem LCT akan mendorong integrasi ekonomi regional, memperkuat cadangan devisa, serta meningkatkan daya tahan perekonomian nasional terhadap tekanan eksternal.

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi mata uang lokal (LCT) Indonesia-Tiongkok telah mencapai ekivalen 6,23 miliar dolar AS pada Januari-Juli 2025, meningkat dari ekivalen 2,17 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian kerja sama LCT Indonesia-Tiongkok menjadi tonggak penting dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan keyakinan bahwa partisipasi pelaku usaha dan memperdalam kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok akan terus meluas.

"Langkah ini mencerminkan komitmen bersama memperkuat kolaborasi bilateral dan membangun ekosistem keuangan yang lebih terhubung, aman, dan inklusif,” kata Perry sebagaimana dikutip dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (11/9).

Ke depan, imbuh Perry, BI akan terus bekerja sama dengan Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) dan pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi serta memperluas integrasi keuangan.

Indonesia dan Tiongkok terus memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) dalam perdagangan dan investasi bilateral.

Skema ini, catat BI, memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat dengan transaksi yang lebih efisien, biaya konversi lebih rendah, serta dukungan pada stabilitas keuangan.

Gubernur PBoC Pan Gongsheng menyampaikan bahwa sebagai dua negara berkembang besar di Asia, Tiongkok dan Indonesia memiliki tanggung jawab bersama dalam menghadapi dinamika global saat ini.

Hubungan dagang dan investasi Tiongkok dan Indonesia telah dibangun dari fondasi kerja sama keuangan yang solid. Sehingga penguatan kerja sama ini menjadi sangat penting.

Secara keseluruhan, BI menambahkan bahwa komitmen penguatan LCT dengan Tiongkok juga sejalan dengan capaian LCT Indonesia dengan negara mitra lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Olahraga
Memphis Depay Murka, Tuduh ...
Olahraga
Bundesliga Pertahankan 50+1...
Ekonomi
Aspal Impor Ditekan, Indust...
Ekonomi
Manufaktur Diperkuat, Keyak...
Daerah
Mahasiswa ITS Rancang Sanit...
Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

Persija dan Dewa United Jadi Lawan Brisbane Roar saat Tur Pramusim di Indonesia

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.