Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Bantul Imbau OPD Tunda Seremoni Demi Efisiensi Anggaran

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 19:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Bantul Imbau OPD Tunda Seremoni Demi Efisiensi Anggaran Doc: Dok. Antara

Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Abdul Halim Muslih, mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta instansi di lingkungan Pemkab Bantul untuk meninjau kembali agenda kegiatan seremonial. Ia menyarankan agar acara yang tidak mendesak ditunda demi efisiensi penggunaan anggaran.

"Perlu saya sampaikan agar pemerintah daerah untuk mempertimbangkan menunda kegiatan-kegiatan seremonial yang terkesan pemborosan," kata Bupati Halim di Bantul, Kamis (11/9).

Menurutnya, setiap OPD perlu lebih cermat dalam menyusun program kerja. Kegiatan seremonial maupun perjalanan dinas yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sebaiknya dirasionalisasi.

Selain itu, Halim menekankan pentingnya kehati-hatian pejabat saat menyampaikan pernyataan di ruang publik. Meski pernyataan benar, penggunaan diksi yang kurang tepat dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

"Tidak semua hal yang benar jika disampaikan dengan narasi yang tidak tepat akan diterima baik. Itu justru bisa menimbulkan respons negatif dari masyarakat," ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar setiap program pemerintah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat, termasuk dalam upaya menekan angka stunting, mengurangi kemiskinan, dan memperluas kesempatan kerja. Ia mendorong komunikasi dengan masyarakat terus diperkuat melalui dialog terbuka serta penyerapan aspirasi secara langsung.

Dalam kesempatan itu, Halim turut menyinggung gaya hidup pejabat yang kerap menjadi sorotan publik. Ia meminta pejabat daerah tidak memamerkan barang-barang mewah, meski diperoleh dari dana pribadi.

"Para pejabat daerah jangan flexing, jangan pamer barang mewah walaupun dibeli dengan uang pribadi, sebaiknya tidak dipertontonkan, karena bisa melukai perasaan masyarakat," tegasnya.

Ia berharap seluruh aparatur Pemkab Bantul lebih fokus pada program yang memberikan dampak nyata bagi warga serta menghindari perilaku yang mencederai rasa keadilan sosial.

"Pendek kata, kita di daerah jangan flexing, jangan pamer. Lebih baik sering-sering belanja di pasar tradisional," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.