Banjir 1,5 Meter Terjang Denpasar, Warga Tohpati Hanya Bisa Selamatkan Sisa Barang
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 17:32 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
DENPASAR - Warga Banjar (Dusun) Tohpati di Denpasar, Bali, mulai membersihkan lumpur dan puing-puing pascabanjir setinggi 1,5 meter yang melanda kawasan itu pada Rabu (10/9) dini hari. Banjir tak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan usaha warga, merusak peralatan kerja, hingga menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.
“Banjir terjadi Rabu sekitar pukul 03.00 WIB, ketinggian airnya sekitar 1,5 meter,” kata warga Gede Dipa Bayu Bratha ditemui di Denpasar, Bali, Rabu.
Dengan dibantu keluarga, ia menyemprot lumpur tebal yang masuk ke tempat usahanya yang menjual alat tulis kantor, jasa fotokopi dan cetak berkas di Jalan Siulan, Tohpati, Denpasar Timur.
Ia juga memilah barang-barang dari tokonya yang masih bisa diselamatkan. Namun, sebagian besar barang dagangannya tidak bisa diselamatkan karena basah dan rusak.
Begitu juga mesin fotokopi dan mesin cetak serta empat unit komputer yang tidak bisa difungsikan karena terendam air dengan total kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pria berusia 31 tahun itu berharap pemerintah memberikan bantuan misalnya dalam bentuk modal untuk bangkit membangun usaha kembali karena untuk sementara ini masih belum bisa beroperasi dalam waktu dekat.
“Saya juga berharap agar ada perbaikan mungkin untuk jalur sungai bisa diperlebar atau apa pun itu agar tidak ada lagi banjir dan saya harap ini yang terakhir,” ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya Ayu yang membuka warung makan juga sibuk membersihkan lumpur dibantu keluarganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk sementara ini ia fokus untuk melakukan renovasi warungnya setelah terendam air.
Di sisi lain, lumpur masih membekas di sepanjang Jalan Siulan Tohpati, kemudian ada juga tiga unit mobil yang terbawa arus dan mengalami kerusakan akibat banjir, masih terparkir di pinggir jalan karena tidak diketahui pemiliknya.
Sejumlah warga dan pelaku usaha lainnya mengeluarkan satu per satu barang mereka yang masih bisa diselamatkan untuk dibersihkan di depan halaman rumah mereka.
Kawasan Tohpati menjadi salah satu titik parah banjir di Denpasar dari total sekitar 43 titik di Ibu Kota Provinsi Bali itu berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali.
Banjir diperkirakan berasal dari aliran sungai yang membelah Jalan Siulan dan bermuara di aliran Tukad (Sungai) Batubulan yang juga meluap hingga memutus akses utama Kota Denpasar-Kabupaten Gianyar.
Saat ini banjir sudah mulai surut dan ketinggian luapan air sungai di kawasan itu juga sudah menyusut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!