Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Hindari Cedera, Dokter Sarankan Jangan Gunakan Sepatu Baru untuk Lomba Lari

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Hindari Cedera, Dokter Sarankan Jangan Gunakan Sepatu Baru untuk Lomba Lari Doc: Antara
Ket. Sejumlah peserta berlari melintasi persawahan dengan latar Gunung Rinjani saat mengikuti Rinjani Color Run III 2025 di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Minggu (24/8).

Jakarta - Dokter Subspesialis Kedokteran Olahraga di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO., Subsp.APK(K), MARS menyarankan untuk tidak menggunakan sepatu lari yang masih baru jika ingin mengikuti lomba lari untuk menghindari cedera.

“Berlari itu kan bukan kayak pesta atau fashion show yang justru pada saat hari H, biasanya kan kita pakai yang paling baru, justru nggak boleh, yang dipakai pada saat latihan lah yang harus dipakai ketika hari H-nya itu,” kata Listya kepada awak media dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa (9/9).

Listya mengatakan pemilihan sepatu yang nyaman sangat penting untuk menghindari risiko terjadinya cedera. Ia mengatakan, sepatu yang dipakai selama latihan sehari-hari adalah sepatu yang tepat untuk dipakai saat mengikuti lomba lari.

Hal itu karena kaki sudah menyesuaikan dengan sepatu yang digunakan, dan telah melalui proses tahapan saat latihan. Ia juga menyarankan untuk tidak mengganti sepatu selama 3-4 bulan sebelum mengikuti lomba lari.

“Jadi, biasanya untuk persiapan event-event lari, biasanya itu nggak disarankan untuk ganti sepatu itu paling tidak 3-4 bulan sebelum hari H. Jadi, kalau emang mau ganti, itu dipakai latihan,” kata Listya.

Ia juga mengatakan, kaki setiap orang juga berbeda-beda sehingga disarankan untuk memilih atau membeli sepatu secara langsung dan tidak melalui daring. Selain memilih sepatu yang tepat, menyesuaikan postur tubuh dan pendaratan yang tepat saat berlari menjadi hal yang penting agar terhindar dari cedera.

Listya menjelaskan saat berlari postur badan harus tegak tidak membungkuk dengan pandangnya ke depan sekitar 10-15 meter, dan bahu rileks. Kemudian lengan sikunya ditekuk, diayunkan dari bahu, bukan dari pergelangan tangan dengan gerakan natural tidak menyilang di depan dada.

Sementara saat melangkah hindari langkah yang terlalu panjang, dan saat kaki mendarat dilakukan dengan ringan mulai dari telapak kaki tengah (mid-foot) atau belakang kaki (forefoot) untuk mengurangi beban sendi.

“Usahakan kaki mendarat di bawah pusat gravitasi, bukan jauh ke depan tubuh.

Jadi, pendaratan yang dilakukan harus dengan lembut, tidak menghentak. Ini semua tentu saja hal-hal sederhana yang harus dilatih, supaya teknik lari menjadi benar,” saran Listya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.