Trump Keluarkan Ultimatum Terkait Sandera, Hamas Siap Negosiasi
📅 Senin, 08 Sep 2025, 09:11 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu (8/9) mengeluarkan "peringatan terakhir" kepada Hamas. Ia mengatakan kelompok militan itu harus menerima kesepakatan untuk membebaskan sandera di Gaza.
"Israel telah menerima persyaratan saya. Sudah saatnya Hamas juga menerima. Saya telah memperingatkan Hamas tentang konsekuensi jika tidak menerima. Ini peringatan terakhir saya," kata Trump di media sosial, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Dalam pernyataan yang dirilis tak lama setelahnya, Hamas mengatakan siap untuk "segera duduk di meja perundingan" menyusul "beberapa gagasan dari pihak Amerika yang bertujuan mencapai kesepakatan gencatan senjata."
Kantor berita AS Axios melaporkan, Minggu, utusan Gedung Putih Steve Witkoff mengirimkan proposal baru untuk kesepakatan soal sandera dan gencatan senjata Gaza kepada Hamas minggu lalu.
Gedung Putih belum merilis rincian apa pun tentang proposal tersebut, namun Minggu malam Trump mengatakan "Anda akan segera mendengarnya" saat ia menggambarkan negosiasi tersebut dalam pandangan positif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat baik. Hal-hal baik bisa saja terjadi," ujarnya kepada para wartawan. "Saya rasa kita akan segera mencapai kesepakatan terkait Gaza."
Pada awal Maret, Trump mengeluarkan ultimatum serupa kepada Hamas, menuntut agar Hamas segera membebaskan semua sandera yang tersisa dan menyerahkan jenazah para sandera yang telah meninggal, dengan mengatakan jika tidak, "SELESAI bagi Anda".
Kelompok kampanye Israel, Forum Sandera dan Keluarga Hilang, menyambut intervensi terbaru presiden AS sebagai "terobosan sejati."
Sebaiknya Anda baca juga:
Militan Hamas menyandera 251 orang saat serangan 7 Oktober 2023 di Israel, 47 orang diyakini masih berada di Gaza.
Militer Israel mengatakan 25 dari mereka tewas. Israel sedang mengupayakan pengembalian jenazah mereka.
Serangan di Kota Gaza
Pernyataan dari Trump dan Hamas muncul saat tentara Israel mengebom menara perumahan di Kota Gaza pada hari Minggu -- yang ketiga dalam beberapa hari -- setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan militer "memperdalam" serangannya terhadap pusat kota utama tersebut.
Saksi Mohammed Al-Nazli mengatakan kepada AFP bahwa serangan terhadap menara Al-Roya "terasa seperti gempa bumi."
Angkatan udara Israel telah menghancurkan dua gedung pemukiman tinggi lainnya dengan klaim yang sama bahwa Hamas telah menggunakannya sebagai titik pengamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!