Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lavrov: Russia Takkan Lupakan Sikap Barat Meski Tak Ingin Balas Dendam

📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lavrov: Russia Takkan Lupakan Sikap Barat Meski Tak Ingin Balas Dendam Doc: Antara
Ket. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melihat jam pada pertemuan puncak KTT G20 Indonesia, Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

Moskow - Russia tidak ingin membalas dendam kepada siapa pun dan tidak mengasingkan mantan mitra dari negara-negara Barat, tetapi Moskow akan mempertimbangkan tindakan mereka di masa lalu, ujar Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov, Senin (8/9).

"Kami tidak ingin membalas dendam kepada siapa pun, melampiaskan amarah kepada siapa pun... Kami tidak akan mengabaikan siapa pun. Ketika mantan mitra Barat kami, yang sekarang menjadi tetangga, sadar dan ingin datang ke Rusia dan bekerja di sini lagi, kami tidak akan mengusir mereka," kata Lavrov dalam pidatonya di Universitas MGIMO Moskow.

"Namun, mari kita lihat dalam kondisi apa hal itu dapat dilakukan. Dan, tentu saja, kami akan mempertimbangkan bahwa dengan melarikan diri atas perintah para pemimpin politik mereka, mereka (mitra Barat) telah menunjukkan ketidakandalan mereka," kata Menlu Rusia itu, menambahkan.

Menurut Lavrov, Rusia tidak membangun tembok apa pun dan siap berdialog dengan semua orang, tetapi hanya dengan yang setara.

Sebelumnya, Rusia juga menyatakan akan menyesuaikan pendekatan militernya di sepanjang perbatasan dengan Finlandia karena keanggotaan negara itu di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kata Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev di Svetogorsk, wilayah Leningrad, Jumat (5/9).

"Walau bagaimanapun, kami akan bersiap menghadapi perubahan yang terjadi – dan juga dalam hubungan kami. Karena kami tidak dapat mengabaikan fakta bahwa Finlandia saat ini merupakan anggota Aliansi Atlantik Utara," ujar Medvedev kepada para wartawan.

"Hal ini menentukan perubahan dalam pendekatan militer kami terhadap pengaturan perbatasan dan penolakan terhadap kemungkinan tindakan yang tidak bersahabat,” katanya.

Mantan kepala negara Rusia itu juga menyasar "koalisi kehendak" pimpinan Barat yang bertemu di Paris pada Kamis untuk membahas dukungan militer bagi Ukraina.

Medvedev menyebut inisiatif itu "omong kosong", dengan mengatakan: "Ini omong kosong, ajaran sesat. Apa yang mereka lakukan—dalam bahasa Inggris—bualan atau isapan jempol belaka, sebut saja sesukamu," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.