Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pamekasan Bangun SPAM di Daerah Rawan Kekeringan

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 22:30 WIB | Oleh:
Pemkab Pamekasan Bangun SPAM di Daerah Rawan Kekeringan Doc: ANTARA/ HO-BPBD Pamekasan
Ket. Penyaluran bantuan air bersih di daerah rawan kekeringan di Pamekasan.

Pamekasan -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) di 73 titik di daerah rawan kekeringan guna mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau.

"Anggaran yang kami alokasikan untuk pembangunan SPAM ini sebesar Rp8,3 miliar," kata Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman Sanitasi dan Air Bersih pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PRKP) Pemkab Pamekasan Andriyani Daryanti di Pamekasan, Sabtu.

Ia menjelaskan, program tersebut untuk mengurangi jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih yang biasa terjadi di Kabupaten Pamekasan saat musim kemarau.

"Program ini merupakan solusi jangka panjang yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk mengurangi kekeringan dan kekurangan air bersih," katanya.

Pembangunan SPAM di Kabupaten Pamekasan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2024, jumlah SPAM yang dibangun Pemkab Pamekasan tersebar di 75 titik dengan nilai anggaran Rp15 miliar, sedangkan pada 2023 sebanyak 105 titik dengan nilai total anggaran mencapai Rp22 miliar.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, jumlah desa yang biasa mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau sebanyak 75 desa, tersebar di 10 kecamatan.

Jenis kekeringan yang terjadi di Pamekasan selama ini ada dua yakni kekeringan langka dan kekeringan kritis.

Kekeringan kritis terjadi saat kebutuhan air mencapai 10 liter lebih per orang per hari, sementara jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sedangkan kering langka terjadi saat kebutuhan air di bawah 10 liter saja per orang per hari, sedangkan jarak tempuh dari rumah warga ke sumber air terdekat antara 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Daerah
Karhutla Belum Reda, Tangga...
Luar Negeri
Polandia Ajak NATO Gelar La...
Advertisement
Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.