Gempa Darat Jauh Lebih Mematikan Daripada Gempa Dasar Samudera. Pelajaran dari Gempa Bumi Sesar Maqur-Konar di Afghanistan
📅 Kamis, 04 Sep 2025, 05:00 WIB | Oleh: Winoto Wahyu
Doc: Ekliptika
Koran-jakarta.com : Beberapa hari yang lalu kita mendengar kabar gempa bumi dari Afghanistan. Bukan gempa besar, kekuatannya hanya 6 skala richter namun mengapa korban jiwa sangat banyak? [Baca : Korban Gempa Afghanistan Mencapai 1400 jiwa] Gempa Afghanistan terjadi pada kedalaman hanya 10 kilometer. Gempa yang dangkal berarti energi getaran tidak banyak terdisipasi oleh batuan sebelum mencapai permukaan. Getaran yang dirasakan di permukaan tanah jauh lebih kuat dan merusak dibandingkan gempa yang lebih dalam dengan magnitudo yang sama.
Mengapa Gempa Darat Jauh Lebih Mematikan Daripada Gempa Dasar Samudera?
Pelajaran dari Gempa Afghanistan:
a. Pusat Gempa dekat Permukaan
Episenter gempa ini hanya berjarak beberapa kilometer dari pinggiran Jalalabad, kota terbesar kelima di Afghanistan. Jarak yang sangat dekat ini memberikan waktu reaksi hampir nol bagi penduduk untuk menyelamatkan diri, dan dengan melihat kondisi geografisnya hal itu akan memperkuat guncangan yang menerpa struktur bangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
b. Faktor Amplifikasi dan Topografi
Kawasan pegunungan seperti di Afghanistan dan banyak bagian Indonesia dapat memperkuat guncangan gempa. Lereng-lereng bukit juga sangat rentan mengalami likuifaksi dan longsor yang dahsyat pascagempa, yang tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menimbun permukiman dan menutup akses jalan untuk evakuasi dan bantuan.
c. Kualitas Konstruksi Bangunan
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini adalah faktor pembeda paling krusial. Sebagian besar korban jiwa bukan disebabkan oleh guncangan tanah itu sendiri, melainkan oleh runtuhnya bangunan. Di banyak negara berkembang, termasuk Afghanistan dan Indonesia, mutu bangunan seringkali tidak memenuhi standar ketahanan gempa. Material yang lemah, struktur yang tidak direkayasa dengan baik, dan kepadatan penduduk yang tinggi menjadikan kawasan permukiman sebagai "zona bahaya" utama saat gempa darat terjadi.
Pelajaran dari Gempa Sesar Maqur-Konar - Afghanistan
Gempa ini memberikan pelajaran yang sangat relevan dengan kondisi geologi Indonesia, yaitu ancaman dari Sesar Aktif di Bawah Kota atau pemukiman. Gempa ini dipicu oleh pergerakan Sesar Maqur-Konar, yang merupakan bagian dari sistem Sesar Chaman yang sangat besar. Sesar ini terbentuk akibat tumbukan Lempeng India ke Lempeng Eurasia. Yang mengerikan, banyak sesar aktif ini melintas langsung di bawah pusat-pusat permukiman penduduk.
Situasi ini sangat mirip dengan Indonesia. Selain ancaman gempa megathrust di zona subduksi, kita dikelilingi oleh ratusan sesar aktif (patahan) darat, seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Palukoro-Matano, Sesar Sorong, dan banyak lainnya. Banyak kota-kota besar dan padat penduduk berada persis di atas atau sangat dekat dengan sesar ini. Gempa Padang 2009, Gempa Pidie Jaya 2016, dan Gempa Cianjur 2022 adalah contoh nyata dampak gempa sesar darat.
Sebagai bahan diskusi, gempa bumi dasar samudera, meskipun kekuatannya bisa sangat besar, seringkali dampak langsungnya terhadap manusia lebih kecil. Energinya disalurkan ke kolom air, yang kemudian dapat menghasilkan tsunami. Namun, jarak dari pusat populasi memberikan waktu untuk peringatan dini tsunami. Sebaliknya, gempa bumi darat (shallow crustal earthquake) memiliki karakteristik yang jauh lebih mematikan karena beberapa faktor kunci yang terlihat jelas dalam gempa Afghanistan:
Magnitudo Kecil Tidak Berarti Dampak Kecil:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!