ADI Adopsi NVIDIA Jetson Thor, Dorong Kecerdasan Fisik dan Penalaran pada Robot Humanoid
📅 Kamis, 04 Sep 2025, 14:55 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
JAKARTA – Robot humanoid kini semakin dekat dengan penerapan di dunia nyata dan kemajuannya bergantung pada kecerdasan fisik serta kemampuan penalaran secara real-time. Analog Devices, Inc. (ADI) mengumumkan kolaborasi dengan NVIDIA melalui ketersediaan umum NVIDIA Jetson Thor guna mempercepat pengembangan humanoid dan robot bergerak otonom (autonomous mobile robots/AMRs).
Dengan menggabungkan kemampuan ADI dalam edge sensing, kontrol gerak presisi, integritas daya, serta konektivitas deterministik dengan performa komputasi Jetson Thor, Holoscan Sensor Bridge, dan Isaac Sim, keduanya menciptakan jalur untuk membawa robot berbasis penalaran dari tahap simulasi ke arah penerapan sehari-hari.
“Untuk pertama kalinya, robot dapat memahami tugas-tugas kompleks. ADI menghadirkan presisi dalam sisi fisik, sementara NVIDIA Jetson Thor memberikan kemampuan penalaran yang mampu merespons kondisi dunia nyata secara real-time. Bersama, kami membawa humanoid dari simulasi ke tahapan yang siapditerapkan secara nyata.” kata VP Edge AI Analog Devices Inc., Paul Golding dalam keterangan tertulis, kemarin.
Robotics foundation models merangkum puluhan tahun tantangan robotika dalam bentuk humanoid yang kaya persepsi dan mampubergerak cekatan seperti manusia. Namun terobosan utamanya adapada penalaran, yakni bagaimana robot bisa menggabungkan berbagai input sensor untuk merencanakan, menyesuaikan, dan bertindak secarareal-time.
Kecerdasan fisik ini menggabungkan kemampuan sensor, gerakan, dan penalaran sehingga robot bisa menjalankan tugas industridengan presisi tinggi. Untuk mewujudkan hal ini, dibutuhkan edge sensing berakurasi tinggi, sistem daya yang efisien dan aman, konektivitas andal ke pusat komputasi, serta digital twin yang menutup celah Sim2Real.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan NVIDIA Jetson Thor sebagai otak, dan sensor presisiserta konektivitas andal ADI sebagai sistem sarafnya, kami bisamembawa robot dari NVIDIA Isaac Sim langsung ke lantai pabrikdengan akurasi fisik yang lebih cepat,” tambah Paul.
ADI melihat permintaan humanoid terus meningkat di berbagai sektor, mulai dari logistik, pertanian, hingga robotika medis. Contohpenggunaan lanjutan mencakup manipulasi kabel di pusat data maupun di lini produksi otomotif, tugas yang menuntut kecepatan, presisi, dan konsistensi. Kolaborasi ADI dan NVIDIA dalam pengembangan digital twin serta pelatihan berbasis Isaac Sim ditujukan untuk mempercepat transisi dari konsep ke produksi humanoid.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!