Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNHCR: 850.000 Warga Suriah Telah Kembali ke Negaranya

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 21:26 WIB | Oleh:
UNHCR: 850.000 Warga Suriah Telah Kembali ke Negaranya Doc: AFP

BEIRUT - Sekitar 850.000 warga Suriah telah kembali ke tanah air mereka dari negara-negara tetangga sejak Desember, demikian menurut Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR) pada Selasa (2/9), bertepatan dengan berakhirnya kunjungan Kelly Clements, wakil kepala UNHCR, selama lima hari ke Lebanon dan Suriah.

Selama kunjungannya, Clements bertemu dengan sejumlah pejabat Lebanon dan Suriah, serta para pengungsi yang baru saja kembali ke tanah air mereka maupun pengungsi yang masih mempertimbangkan keputusan untuk pulang, papar pernyataan UNHCR.

UNHCR mengatakan bahwa badan tersebut telah memperluas bantuannya untuk memastikan pemulangan dilakukan secara sukarela, aman, dan bermartabat, dengan menyediakan dukungan berupa bantuan keuangan, transportasi, tempat tinggal, dan bantuan mata pencaharian di komunitas tujuan kepulangan.

"Saya menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat tetap mempertahankan tekad mereka untuk pulang, tinggal menetap, dan membangun kembali meski harus menghadapi kenyataan pahit berupa kehancuran dan keterbatasan layanan setelah perang 14 tahun," kata Clements.

Lebanon, yang terus menampung ratusan ribu pengungsi Suriah, telah mencatat hampir 200.000 pengungsi kembali ke negara asal mereka dalam tahun ini saja. Pada saat yang sama, kedatangan warga belakangan ini yang melarikan diri ke Lebanon akibat kekerasan terbaru di Suriah terus terlihat, menyoroti fluiditas dari krisis pengungsian tersebut.

Di Damaskus, Homs, dan Idlib di Suriah, Clements mengunjungi para pengungsi yang pulang dan menerima manfaat dari program rehabilitasi perumahan serta dukungan usaha kecil. Clements juga meresmikan Kantor Catatan Sipil yang telah diperbaiki di Maaret Al Nouman, Idlib, guna meningkatkan akses dokumentasi keluarga-keluarga yang kembali.

"Masyarakat internasional seharusnya tidak hanya menjadi penonton," tegas Clements. "Mereka harus berperan aktif dalam mendukung upaya stabilisasi dan pemulihan, membantu rakyat Suriah membangun kembali dan membentuk ulang negara mereka," tuturnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.