Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saat Media Sosial Jadi Pemicu Volatilitas, Investor Harus Tetap Rasional

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Media Sosial Jadi Pemicu Volatilitas, Investor Harus Tetap Rasional Doc: KORAN JAKARTA/WAHYU AP
Ket. DIIMBAU TENANG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Direktur Utama BEI Iman Rachman (kiri) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi (kanan).

JAKARTA – Investor pasar modal di Indonesia dituntut menjaga rasionalitas dalam mengambil keputusan, terutama di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik. Fluktuasi sentimen kerap dipicu oleh rumor atau informasi tidak valid di media sosial, yang berpotensi menimbulkan aksi spekulatif dan volatilitas pasar.

Pelaku pasar perlu tetap berpegang pada analisis fundamental dan data kredibel. Dengan begitu, mereka dapat meminimalisasi risiko serta menjaga stabilitas portofolio, sekaligus mendukung terciptanya pasar keuangan yang lebih sehat dan berintegritas.

“Saya juga mengimbau kepada para investor agar supaya memang betul-betul bijak dalam berinvestasi. Tidak berdasarkan rumor, memang fakta yang faktual, nah itu yang penting dalam kondisi saat ini,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi saat ditemui seusai Konferensi Pers Stabilitas Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

Dia berpesan para investor dan pengusaha di pasar modal Indonesia tetap percaya diri dan optimistis di tengah situasi saat ini. “Tetap percaya diri, bahwa kita akan maju ke depan,” ujar Inarno.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini karena adanya persepsi investor asing terhadap situasi di dalam negeri Indonesia. Untuk aspek fundamental, dia memastikan pasar modal Indonesia masih solid, salah satunya tercermin dari semakin bertambahnya perusahaan tercatat (emiten) yang masuk ke dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“Kondisi saham itu kan ada dua hal, fundamental dan persepsi. MSCI kita malah nambah emiten kan, jadi artinya fundamentalnya bagus. Yang terjadi memang persepsi investor asing,” ujar Iman.

IHSG Terkoreksi

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9) sore ditutup melemah di tengah data-data ekonomi domestik yang tercatat solid periode Agustus 2025. IHSG ditutup melemah 94,42 poin atau 1,21 persen ke posisi 7.736,07.

“IHSG mengalami tekanan, efek dari situasi dan kondisi dalam negeri yang tidak kondusif, dan dikhawatirkan akan ada demonstrasi lanjutan pasca gelombang demonstrasi yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap tunjangan dan sikap elite politik atau anggota parlemen,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Sementara itu, BEI melaporkan jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 18 juta Single Investor Identification (SID) per Agustus 2025, dengan sebanyak 7,56 juta SID merupakan investor saham. Dari 18 juta SID itu, sebanyak 54,23 persen merupakan investor muda dengan usia di bawah 30 tahun.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan sebanyak 24,82 persen merupakan investor dengan rentang usia 31-40 tahun, dan sebanyak 12,26 persen merupakan investor dengan rentang usia 41-50 tahun. Kemudian, sebanyak 5,74 persen merupakan investor dengan rentang usia 51-60 tahun, dan sebanyak 2,95 persen merupakan investor dengan usia di atas 60 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.