Rusia dan Tiongkok Teken 22 Perjanjian Strategis
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 19:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Anadolu Agency
JAKARTA – Rusia dan Tiongkok menandatangani sebanyak 22 perjanjian penting selama kunjungan resmi Presiden Vladimir Putin ke Beijing. Kesepakatan itu mencakup berbagai bidang, mulai dari energi, sains, kesehatan, pertanian, hingga kerja sama media.
Salah satu dokumen utama yang disepakati adalah memorandum tentang proyek jaringan pipa gas Power of Siberia 2. Selain itu, terdapat pula perjanjian strategis antara Gazprom dengan China National Petroleum Corporation (CNPC) untuk memperkuat kerja sama energi jangka panjang.
Kerja sama lain yang menonjol adalah memorandum antara perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, dengan Badan Energi Atom Tiongkok. Kesepakatan ini menitikberatkan pada pengembangan energi nuklir damai yang dapat mendukung kebutuhan energi masa depan kedua negara.
Selain bidang energi, kedua negara juga menandatangani kesepakatan strategis di sektor eksplorasi ruang angkasa. Rusia akan menyediakan instrumen ilmiah “Pemantauan Debu Bulan” untuk mendukung misi pesawat ruang angkasa Chang’e-7 milik China yang dijadwalkan melakukan eksplorasi bulan.
Kesepakatan lain meliputi peta jalan pengembangan Pulau Bolshoy Ussuriysky, wilayah strategis yang berbatasan langsung antara Rusia dan Tiongkok. Selain itu, terdapat pula protokol kerja sama perdagangan pertanian, termasuk ekspor rusa kutub dan tanduk rusa dari Rusia ke pasar China.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Putin menyampaikan apresiasinya terhadap sambutan pemerintah China selama kunjungannya. Ia menyebut hubungan antara Moskow dan Beijing kini berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kemitraan ini dibangun atas dasar kepercayaan, saling membantu, dan keteguhan dalam melindungi kepentingan bersama,” ujar Putin dalam pernyataannya.
Sementara itu, Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara telah bertahan dalam ujian situasi internasional yang kompleks. Ia menyebut kerja sama ini sebagai model bagi negara lain yang ingin membangun kemitraan strategis setara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Xi juga menyerukan pentingnya memperluas kolaborasi internasional yang adil melalui platform multilateral. Ia menekankan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), BRICS, dan G20 sebagai wadah penting dalam membangun tatanan dunia yang lebih seimbang.
Kunjungan Putin ke China berlangsung selama empat hari dengan agenda padat, termasuk pertemuan bilateral tingkat tinggi. Selain itu, ia juga dijadwalkan menghadiri upacara peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang sekaligus akhir Perang Dunia II.
Sebelum tiba di Beijing, Putin terlebih dahulu menghadiri KTT SCO yang digelar di Tianjin pada 31 Agustus hingga 1 September. Forum tersebut juga menjadi panggung bagi Rusia dan China untuk memperkuat solidaritas dengan negara-negara anggota lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!