IHSG Menggeliat: Sinyal Optimisme dari Kekuatan Ekonomi RI
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 17:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring dukungan dari data ekonomi domestik yang solid, mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental perekonomian Indonesia.
Rilis data yang menunjukkan perbaikan konsumsi rumah tangga, kestabilan inflasi, serta surplus neraca perdagangan menjadi katalis utama yang mengurangi tekanan eksternal.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar modal tetap tangguh di tengah ketidakpastian global, dengan aliran modal asing cenderung kembali masuk ke aset berisiko domestik.
Namun, analis menilai momentum penguatan IHSG masih akan diuji oleh dinamika global seperti arah kebijakan suku bunga The Fed dan fluktuasi harga komoditas.
Karena itu, pelaku pasar perlu mencermati keseimbangan antara faktor eksternal dan kekuatan fundamental domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/9) sore, ditutup menguat 66,52 poin atau 0,85 persen ke posisi 7.801,59 seiring dengan data-data perekonomian domestik yang tercatat solid.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,55 poin atau 0,58 persen ke posisi 793,25.
"IHSG rebound seiring situasi demo mulai kondusif dan juga rilis data ekonomi domestik yang positif," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, data ekonomi domestik tercatat solid, di antaranya indeks PMI Manufaktur di level 51,5 pada Agustus 2025, neraca perdagangan surplus 4,18 miliar dolar AS pada Juli 2025, serta inflasi melambat 2,31 persen year on year (yoy) atau deflasi 0,08 persen month to month (mtm) pada Agustus 2025
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati potensi demo susulan, yang mana dikabarkan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia akan kembali menggelar aksi demo di Gedung DPR/MPR RI.
Dari mancanegara, potensi penurunan suku bunga The Fed pada September 2025 semakin menguat, yang mana Gubernur The Fed Christoper Waller Kembali mengumandangkan pemangkasan tingkat suku bunga The Fed sebanyak 25 basis poin (bps).
Di sisi lain, pelaku pasar masih terbebani sentimen dari ketidakpastian atas kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS), seiring putusan hukum baru-baru ini menambah kekhawatiran dan memperkuat kehati-hatian pasar.
Pelaku pasar juga fokus perhatian terhadap KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Tianjin, yang mana China berupaya menampilkan diri sebagai mediator global di tengah ketegangan perdagangan dan geopolitik yang terus berlanjut.
Beijing juga menyerukan kolaborasi yang lebih mendalam di bidang kecerdasan buatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!