Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Astaga, Ternyata Tunjangan Rumah DPRD Jakarta JAUH Lebih Besar dari DPR, Segera Hapus!

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 21:05 WIB | Oleh:
Astaga, Ternyata Tunjangan Rumah DPRD Jakarta JAUH Lebih Besar dari DPR, Segera Hapus! Doc: ist
Ket. uang

JAKARTA - Saat ini mungkin anggota DPRD Jakarta tengah berdoa jangan sampai ketahuan bahwa mereka juga mendapat tunjangan rumah. Bahkan ternayata tunjangan rumah untuk DPRD Jakarta jauh lebih besar dari DPR. Kalau DPR tunjangan rumahnya sebesar 50 juta, tunjangan rumah untuk DPRD Jakarta malah mencapai 70 juta rupiah sampai 79 juta rupiah.

Sebelum didemo warga Jakarta, sebaiknya DPRD Jakarta punya inisiatif untuk menghapus. Informasi besaran tunjangan rumah DPRD Jakarta ini diungkap Ketua Forum Warga Kota (Fakta), Ari Subagyo, Selasa (2/9).

Dia juga mendorong semua anggota DPRD Jakarta harus mau introspeksi diri usai gelombang aksi unjuk rasa. Jangan terus menuntut kenaikan tunjangan dan pamer gaya hidup karena melukai perasaan rakyat. Bekerjalah maksimal jangan hanya duduk, tidur, dan banyak absen. “”Unjuk rasa di Gedung DPR/MPR yang berujung kerusuhan dalam beberapa hari terakhir harus menjadi bahan instrospeksi anggota DPRD Jakarta,” tandasnya.

"Kondisi belakangan harus membuat DPRD Jakarta segera berbenah. Terlebih, gaji dan tunjangan pasti lebih fantastis dari DPRD daerah atau provinsi lain yang tak luput dari amukan massa," kata Ari. Dia menyebutkan gaji dan tunjangan legislator DPRD Jakarta setidaknya mencapai 139,2 juta per bulan. Ini angka yang fantastis, maka bekerjalah sesuai dengan besaran gaji. Maksimallah dalam bekerja. Jika diakumulasikan dalam satu tahun, maka jumlahnya mencapai sekitar 1,67 miliar.

Ari pun mengaku tidak heran jika banyak legislator DPRD Jakarta yang terbuai dengan gaya hidup mewah. Mereka suka menggunakan atau mengoleksi mobil-mobil berharga miliaran. Menurut Ari, penghasilan legislator DPRD Jakarta akan semakin gendut berkat tunjangan reses serta kunjungan kerja (kunker) ke dalam dan luar negeri. Mereka sering berdalih studi banding padahal hanya akal-akalan merampok uang rakyat. "Saya minta ini juga dievaluasi. Presiden sudah tegas menyampaikan. Legislator DPRD Jakarta juga ada tunjangan rumah hingga transportasi. Ini juga harus dihapus," tandas Ari.

Lebih lanjut, dia menginginkan agar DPRD Jakarta secara transparan mengungkap seluruh penghasilan anggota dewan baik sebelum maupun sesudah dilakukan evaluasi.Selain itu, dia minta kepada pimpinan dan anggota DPRD Jakarta untuk melakukan evaluasi kinerja mereka.

Dia menyarankan agar sistem presensi harian dan pemotongan gaji diterapkan. Apabila terdapat anggota dewan yang tidak masuk kantor atau tidak mengikuti Rapat Paripurna dengan alasan yang jelas, maka gaji harus dipotong."Saat ini waktunya menunjukkan empati, bukan justru menari-nari dengan penghasilan gendut di atas penderitaan rakyat. Banyak warga Jakarta yang masih hidup susah," tutur Ari. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

33 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.