Kejar Target 5,2%, Airlangga Ungkap Jurus Pertumbuhan Ekonomi
📅 Senin, 01 Sep 2025, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Rizal Khanafi
JAKARTA – Strategi yang tepat menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, karena tanpa arah kebijakan yang jelas, potensi sumber daya tidak akan optimal.
Perencanaan yang terukur, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, serta fokus pada sektor produktif diperlukan agar pertumbuhan tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan strategi guna mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,0-5,2 persen yang mulai dijalankan pada paruh kedua tahun 2025 ini.
Dorongan utama pertumbuhan datang dari peningkatan investasi. Sepanjang semester I-2025, realisasi investasi telah mencapai Rp924 triliun, diikuti kenaikan impor barang modal sebesar 32,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Capex BUMN, dan belanja modal pemerintah 17,94 persen pada semester I akan mendorong produktivitas hingga tahun depan," kata Airlangga dalam Konferensi Pers Stabilitas Pasar Modal Indonesia, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah bakal melanjutkan kebijakan stimulus fiskal di semester II tahun ini.
Airlangga menerangkan, stimulus ekonomi semester I sebesar Rp61 triliun sebelumnya terbukti memberikan dampak positif. Maka dari itu, pemerintah akan kembali menggulirkan stimulus yang sama di semester II.
Kemudian, dari sisi belanja negara, pemerintah mendorong percepatan realisasi minimal 25 persen dari total APBN atau setara Rp694 triliun. Percepatan terutama ditargetkan pada kementerian/lembaga dengan anggaran besar agar daya dorongnya terasa lebih cepat di masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Menko Airlangga menilai daya beli masyarakat tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itu, sejumlah program konkret disiapkan untuk menopang daya beli.
Pemerintah akan mempercepat implementasi Kredit Investasi Padat Karya yang membantu revitalisasi mesin produksi di berbagai sektor.
Di bidang pariwisata, stimulus diberikan melalui penyelenggaraan event nasional, bundling paket wisata untuk libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, serta diskon transportasi publik mulai dari kereta api, kapal laut hingga tarif tol.
Di sektor perumahan, kapasitas program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan ditingkatkan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit rumah.
Pemerintah turut menyiapkan Kredit Program Perumahan, melanjutkan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen untuk pembelian rumah di semester II. Di sisi lain, BPJS Ketenagakerjaan akan memperluas program perumahan bagi pekerja.
"Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya akan menyasar 41 ribu rumah ditambah adanya Program Perumahan BPJS Naker untuk buruh," katanya lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!