MUI DKI Jakarta Serukan Keselamatan Jiwa dan Dialog di Tengah Eskalasi Aksi Unjuk Rasa
📅 Minggu, 31 Agu 2025, 16:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: MUI DKI Jakarta
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz, mengeluarkan maklumat dan imbauan terkait meningkatnya eskalasi aksi unjuk rasa di Ibu Kota maupun di sejumlah daerah lain di Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan jiwa, ketertiban sosial, dan persatuan bangsa sebagai kewajiban agama sekaligus amanah kebangsaan.
KH Muhammad Faiz menegaskan bahwa keselamatan manusia adalah prioritas utama dalam Islam. Ia mengutip firman Allah Swt dalam Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 32 yang menyebutkan bahwa siapa yang menyelamatkan satu nyawa seakan-akan ia menyelamatkan seluruh umat manusia.
“MUI DKI Jakarta menekankan bahwa keselamatan jiwa manusia adalah prioritas utama dalam Islam. Allah Swt berfirman, siapa yang menyelamatkan satu nyawa seakan-akan ia menyelamatkan seluruh manusia (QS. al-Maidah: 32). Oleh karena itu semua pihak, baik peserta aksi, aparat, maupun masyarakat luas, wajib menahan diri dari tindakan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerusakan,” kata KH Muhammad Faiz dalam keterangan resminya, Sabtu (30/8/2025).
MUI DKI Jakarta juga meminta pemerintah agar mengedepankan sikap arif dan bijaksana dalam merespons dinamika yang terjadi di masyarakat. Menurut KH Muhammad Faiz, pemerintah perlu membuka ruang komunikasi, dialog, serta mencari solusi yang mampu menenangkan masyarakat.
“Pemerintah hendaknya membuka ruang komunikasi, dialog, dan solusi yang menenangkan,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Faiz ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain kepada pemerintah, Gus Faiz juga memberikan pesan khusus kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia meminta agar lembaga legislatif tersebut lebih peka terhadap aspirasi rakyat dan tidak mengeluarkan pernyataan yang justru memperkeruh suasana.
“Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPR jangan memperkeruh keadaan dengan pernyataan yang tidak bijak. Justru seharusnya ikut menenangkan suasana,” tambahnya.
MUI DKI Jakarta turut menyoroti peran aparat keamanan dalam mengawal aksi demonstrasi. Menurut KH Muhammad Faiz, aparat penegak hukum harus profesional, proporsional, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengamanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hindari tindakan berlebihan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun luka batin,” tegas Gus Faiz.
Kepada masyarakat umum, MUI menyerukan agar tetap tenang, waspada, dan tidak terprovokasi oleh tindakan destruktif. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional, namun harus dijalankan secara damai, tertib, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
“Penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional, tetapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai hukum,” ujarnya.
MUI DKI Jakarta juga mengajak organisasi kemasyarakatan Islam untuk berperan aktif dalam menenangkan umat. KH Muhammad Faiz menyebutkan bahwa ormas Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga umat agar tetap kritis, namun tidak menggunakan jalan kekerasan.
“Ormas Islam memiliki tanggung jawab moral agar umat tetap kritis tanpa kekerasan, serta mendukung terciptanya iklim kondusif demi persatuan dan keselamatan bangsa,” jelas KH Muhammad Faiz.
Di akhir maklumatnya, ia kembali menegaskan pentingnya dialog dan musyawarah sebagai jalan terbaik dalam menyelesaikan perbedaan. Gus Faiz mengingatkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang harus dijaga agar tetap aman, damai, dan bermartabat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!