Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Aksi Massa, Pameran Seni Kontemporer ARTSUBS 2025 Sepi Pengunjung

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 16:42 WIB | Oleh:
Dampak Aksi Massa, Pameran Seni Kontemporer ARTSUBS 2025 Sepi Pengunjung Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Suasana Gedung Balai Pemuda Surabaya, lokasi pameran seni ARTSUBS 2025 saat aksi massa berlangsung, Jumat (29/8).

SURABAYA - Aksi massa yang sempat berlangsung ricuh hari Jumat di Surabaya ternyata membawa "korban sosial". Ajang pameran seni rupa kontemporer nasional,  ARTSUBS, yang banyak dinanti warga Surabaya, pada Sabtu (30/8), terpantau sepi pengunjung akibat khawatir dengan kondisi keamanan. Pihak panitia menduga hal itu disebabkan lokasi pameran di Balai Pemuda Surabaya yang bersebelahan dengan episentrum aksi Jumat di Gedung Negara Grahadi menjadi penyebabnya. Seperti diketahui puluhan sepeda motor dibakar massa saat Aksi Solidaritas Darurat Kekerasan berlangsung kemarin. "Kemarin kami terpaksa tutup sekitar mulai 14.30, karena pengunjung kesulitan mencapai pameran dan yang sudah datangpun ingin pulang karena khawatir," terang salah satu penyelenggara ARTSUBS 2025, Heti Palestina Yunani. "Hari ini kami sudah buka normal, tapi imbas peristiwa kemarin sampai sore ini pengunjung sepi sekali. Kalau bisa mencapai 500 orang sudah bagus," ujarnya merujuk saar akhir pekan, pengunjung pameran bisa mencapai sekitar 1.200 orang. "Banyak yang pengunjung yang sudah daftar sebelumnya membatalkan datang hari ini. Jadi meskipun weekend tidak ada bedanya dengan weekdays (hari biasa)."Alumnus FISIP Universitas Airlangga ini menjelaskan, pameran telah kembali dibuka dan event-event ARTSUBS pada akhir pekan tetap digelar meskipun ada kekhawatiran dari para penampil aksi massa akan terulang. "Mereka tetap latihan untuk tampil nanti malam. Namun kami akan menutupnya di jam kapan saja apabila situasi keamanan tidak mendukung, ini akan berlaku hingga hari terakhir pameran Minggu, 7 September 2025," katanya. Heti menambahkan, pihak panitia juga memastikan akan meniadakan pameran pada Rabu (3/9), untuk mengantisipasi rencana aksi “Jawa Timur Menggugat” dari sejumlah pihak yang mengkritisi kasus dugaan korupsi dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Jawa Timur. "Kecuali ada perkembangan lebih lanjut bisa saja pameran tetap kami buka," pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.