Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Mendukung dan Menyukseskan Program Pemerintah, Wali Kota Bogor Dorong Penambahan Dapur MBG

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 15:05 WIB | Oleh:
Untuk Mendukung dan Menyukseskan Program Pemerintah, Wali Kota Bogor Dorong Penambahan Dapur MBG Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menargetkan adanya penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan menjadi dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto.

Untuk itu, Dedie Rachim mengajak perangkat daerah terkait, termasuk enam camat se-Kota Bogor, untuk melihat dapur SPPG di Bosowa Bina Insani, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Senin (21/4).

Di sana, Dedie Rachim mendengarkan penjelasan dari pihak pelaksana SPPG dan pihak sekolah, serta melihat situasi dan kondisi dapur hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah lainnya.

Dedie Rachim mengatakan, saat ini ada 120.000 siswa di Kota Bogor yang harus dilayani oleh program MBG.

Karena itu, dibutuhkan sekitar 82 titik dapur yang mampu melayani, dengan kapasitas satu dapur dapat melayani 2.000 hingga 3.000 pelajar.

"Sehingga kita melihat dapur ini dalam rangka mengajak pimpinan perangkat daerah termasuk para camat, untuk bisa mulai memetakan dikaitkan dengan Dapodik. Kalaupun kita bikin dapur, kemudian berapa jumlah yang terlayani, bagaimana model prosesnya kita sekarang sedang belajar," ujar dia.

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, saat ini sudah ada empat SPPG di Kota Bogor. Ditargetkan akan bertambah dua dapur lagi yang diperkirakan mulai digunakan pada Agustus mendatang.

"Jadi kebayang kalau kemudian kita mau nambah 10 lagi, kita butuh waktu. Ini betul-betul murni harus ada kemitraan antara pemilik aset lahan dan tentu ada yang membangunkan dapur serta peralatannya, termasuk SDM-nya dan juga supplier-nya dari logistik atau sembako. Ini tentu program yang baik, tapi harus dipikirkan bersama," ucap dia.

Mengenai aset lahan, Dedie Rachim menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki aset-aset yang juga bisa digunakan sebagai dapur. Namun tentu saja hal itu bisa terwujud dengan kolaborasi, termasuk menjalankan semua proses administrasinya sesuai prosedur dan regulasi yang ada.

"Semua prosesnya harus government, sesuai tata kelola, karena ini uang negara. Meskipun ada semacam kemudahan, tapi proses tata kelolanya harus benar, tata kelola administrasinya, tata kelola pembelian logistiknya, pembagiannya, sumber dayanya. Sehingga selama tata kelolanya dipatuhi dan dipenuhi, itu bisa terlaksana," papar dia.

MBG ini, lanjut Dedie Rachim, merupakan program mulia, namun harus dilakukan dengan komitmen bersama, termasuk penyiapan SDM yang tangguh. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.