Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Breaking News: Surabaya Membara - Gedung Negara Grahadi Dibakar Massa

📅 Sabtu, 30 Agu 2025, 22:39 WIB | Oleh:
Breaking News: Surabaya Membara - Gedung Negara Grahadi  Dibakar Massa Doc: Istimewa
Ket. Massa melakukan pembakaran Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo, Sabtu (30/8).

SURABAYA - Gerakan massa kelanjutan dari Aksi Solidaritas Darurat Kekerasan di Surabaya masih berlangsung hingga Sabtu (30/8) malam dan berjalan semakin anarkis. Sekitar pukul 22.00 WIB, massa terpantau melakukan pembakaran Gedung Negara Grahadi yang selama ini menjadi tempat berbagai acara seremonial Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sekaligus rumah dinas resmi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Awalnya massa menerobos masuk melalui pintu sisi barat yang bersebelahan dengan SMA Trimurti, dan melakukan sejumlah perusakan, termasuk ruang wartawan. "Semua komputer dijarah habis," ujar seorang awak media. Entah siapa yang menyulut, tak lama kemudian api terlihat berkobar di dekat ruang kerja Wakil Gubernur, yang terletak depan pintu gerbang sisi barat. Sebelumnya massa yang menuntut pembebasan rekan-rekannya yang ditahan di Polrestabes Surabaya, sempat ditemui oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin. Namun aksi berlanjut oleh massa yang tetap bertahan karena tuntutan tersebut tidak kunjung dipenuhi. Mereka bahkan sempat melakukan pelemparan terhadap Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. 

Khofifah mengaku sudah menghubungi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto  terkait dengan tuntutan massa aksi tersebut.

“Tadi saya telepon Pak Kapolda, karena tadi siang ada dua yang dibebaskan. Malam ini koordinasi dengan Polrestabes,” ujarnya.

SBY pernah menginap di Grahadi 

Sekilas tentang Gedung Negara Grahadi, tempat ini merupakan ikon lanskap utama di Surabaya yang dibangun tahun 1795 pada masa berkuasanya Residen Dirk Van Hogendorps (1794-1798). 

Pada awal keberadaan Grahadi, tempat ini dijadikan untuk peristirahatan pejabat Belanda, dengan bagian depannya menghadap ke Sungai Kalimas, sehingga pada sore hari penghuninya sambil minum-minum teh dapat melihat perahu-perahu yang menelusuri kali tersebut. Pada tahun 1802 gedung ini diubah letaknya menghadap ke selatan seperti terlihat sekarang

Dari Wikipedia, kini lokasi Grahadi berada di tengah kota dan digunakan untuk tempat menerima tamu penting gubernur Jatim, seperti Duta Besar atau pemimpin lainnya. 

Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercatat pernah dua kali  menginap di Gedung Negara Grahadi. Salah satunya selama dua malam saat melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur mulai 13 hingga 15 Desember 2010. 

Tempat ini juga kerap dijadikan lokasi pelantikan pejabat pesta rakyat dan upacara peringatan hari nasional seperti Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.