Ayah Affan Kurniawan: Hanya Polisi yang Bersalah yang Harus Ditindak
📅 Jumat, 29 Agu 2025, 21:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Zulkifli, ayah dari pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang tewas usai ditabrak kendaraan taktis (taktis) Satbrimob Polda Metro Jaya, meminta agar hanya personel polisi yang berbuat salah saja yang ditindak.
“Betul (tidak mengajukan gugatan hukum), cuma kami meminta rasa keadilan saja, yang berbuat saja. Tidak semua polisi harus jadi korbannya,” katanya dilansir dari keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Zulkifli mengungkapkan, saat Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang menemui pihak keluarga pada Kamis (28/8), pemimpin Korps Bhayangkara itu menyerahkan kepada pihak keluarga mengenai keputusan langkah penegakan hukum selanjutnya.
“Cuma dia (Kapolri) bilang 'Ya, Bapak, pikir-pikir dulu mau yang mana, jalur hukum kita tuntaskan semuanya' itu saja dibilang," ujarnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa Kapolri telah berjanji kepadanya akan mengusut kasus kematian Affan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Janji akan mengusut, seperti itu,” katanya.
Diketahui, Affan Kurniawan yang merupakan pengemudi ojol meninggal dunia pada Kamis (28/8) usai ditabrak kendaraan taktis (rantis) yang berisi tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya.
Insiden itu terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen, Jakarta, dipukul mundur oleh pihak kepolisian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hilangnya sosok tulang punggung keluarga di kaki Barracuda
Aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8) di sekitar gedung DPR/MPR RI, Jakarta yang merayap ke kawasan Pejompongan meninggalkan duka dan luka. Bukan hanya bagi satu keluarga, melainkan juga bagi ribuan para pengemudi ojek daring.
Seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Affan Kurniawan menjadi korban tabrak mobil taktis Brimob berlapis baja (Barracuda) di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Affan yang merupakan seorang pengemudi ojek daring itu berada di lokasi kejadian bukan untuk ikut aksi demo, melainkan sekadar melintas seusai mengantarkan pesanan dari wilayah Pejompongan.
Ponselnya jatuh di tengah jalan. Nahasnya, Barracuda datang dan melindas tubuh Affan.
Ayah mendiang Affan, Zulkifli, mengatakan putranya pada Kamis siang pamit untuk bekerja. Obrolan singkat pun sempat terjadi dengan Affan, sekadar membahas tentang apa yang disantap Affan siang itu.
Terlintas di benak Zulkifli untuk bertanya tentang kemungkinan Affan membantu melunasi hutang. Zulkifli membatin kalau ini kali terakhirnya meminta tolong Affan. Maklum, selama ini Affan kerap membantu keuangan keluarga dan menjadi tulang punggung ayah, ibu serta dua saudaranya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!