Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konseling Pra Nikah Penting untuk Bembangun Keluarga Berkualitas

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Konseling Pra Nikah Penting untuk Bembangun Keluarga Berkualitas Doc: Antara
Ket. Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) /BKKBN Budi Setiyono saat menjelaskan mengenai isu kependudukan.

Bandarlampung - Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) /BKKBN Budi Setiyono mengatakan adanya konseling pra nikah penting untuk membangun keluarga berkualitas.

"Pertama memang yang harus disadari oleh kita semua adalah pentingnya edukasi tentang rumah tangga, dan risiko-risiko yang harus dihadapi oleh seseorang saat berumah tangga. Sehingga seseorang sebelum berumah tangga sudah memahami mengenai ini terlebih dahulu," ujar Sekretaris Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) /BKKBN Budi Setiyono di Bandarlampung, Kamis malam.

Ia mengatakan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi tentang rumah tangga dalam konseling pra nikah dapat mengurangi risiko permasalahan dalam keluarga, sehingga menghasilkan keluarga yang berkualitas.

"Tentu kalau tataran praktis tidak mudah, tapi kami punya psikolog yang mumpuni diberbagai pusat konseling yang disediakan BKKBN, atau bisa secara daring. Jadi masyarakat bisa bertanya, konseling untuk mencari solusi disini," katanya.

Ia menjelaskan konseling tersebut akan memberitahukan sejumlah hal terkait beragam kesiapan yang harus disiapkan bagi seseorang untuk berumah tangga atau membentuk keluarga.

"Kami memberikan pemahaman dalam konseling mengenai beberapa hal salah satunya ketika seseorang belum punya pekerjaan tetap, belum punya rumah akan berhadapan dengan risiko ketika mereka sudah berumah tangga. Jadi dengan ini harus sudah memperhitungkan risiko tersebut," ucap dia.

Dia menjelaskan melalui konseling tersebut, maka dapat memberikan pemahaman mengenai skala prioritas yang harus dipenuhi atau dipertimbangkan oleh seseorang agar tidak kehilangan kontrol saat membangun rumah tangga.

"Kalau sudah terlanjur memiliki anak, tidak ada penghasilan tetap, tidak punya waktu luang untuk mengasuh anak bisa berdampak mengakibatkan kasus stunting pada anak, anak terlantar. Resiko itulah yang harus dipahami serta di edukasi sejak dini," tambahnya.

Menurut dia, peran konsultan dalam mendampingi masyarakat dalam membangun keluarga, menyelesaikan permasalahan keluarga, dan layanan berbasis keluarga menjadi salah satu hal yang penting.

"Masyarakat perlu memanfaatkan layanan konseling tersebut dengan baik untuk membangun keluarga yang sejahtera dan berkualitas," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.