Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ITS Teliti Tanaman Suboptimal, Jaga Ketahanan Pangan di Lahan Kurang Subur

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
ITS Teliti Tanaman Suboptimal, Jaga Ketahanan Pangan di Lahan Kurang Subur Doc: Antara
Ket. Prof Tutik Nurhidayati saat meneliti kultur jaringan dengan aplikasi zat pengatur tumbuh dan polietilen glikol guna hasilkan tanaman yang lebih tahan terhadap cekaman kekeringan.

Surabaya - Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Tutik Nurhidayati meneliti fisiologi tumbuhan untuk mendukung ketahanan pangan melalui adaptasi tanaman terhadap cekaman abiotik di lahan suboptimal.

"Karena sifatnya sesil atau tidak bisa bergerak, tumbuhan harus beradaptasi dengan kondisi ekstrem seperti kekeringan, salinitas, maupun genangan," kata Tutik di Surabaya, Selasa (26/8).

Profesor dari Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS itu menemukan gen penting yang membantu tanaman bertahan. Pada porang, gen pembentuk gula dan dinding sel berperan menghadapi kekeringan dan salinitas.

Sementara pada tembakau, gen yang mengatur metabolisme dan hormon stres membantu tanaman tetap hidup saat tergenang air.

"Setiap spesies punya cara berbeda untuk beradaptasi, bahkan satu gen saja bisa menjadi temuan baru," katanya.

Selain faktor genetik, Tutik juga memanfaatkan mikoriza, rhizobakteria, serta kultur jaringan. Teknologi ini membuat tanaman tetap produktif di lahan marginal. Kultur jaringan porang, misalnya, mampu menghasilkan bibit unggul bebas penyakit sepanjang tahun.

Penelitian itu diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mengoptimalkan lahan suboptimal.

"Melalui fisiologi tumbuhan, kita dapat menciptakan bibit unggul dan memperbaiki lahan dengan bantuan mikroorganisme, sehingga produksi tanaman tetap optimal," ujar perempuan kelahiran Magetan, 10 September 1972 tersebut.

Riset ini juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin bersama peneliti kimia dan teknik kimia untuk mengembangkan porang menjadi tepung dan beras glukomanan dengan kandungan oksalat berkurang sehingga dapat dimanfaatkan industri pangan maupun kesehatan.

Tutik menegaskan, risetnya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedua tentang ketahanan pangan.

"Dengan fisiologi tumbuhan, kita bisa menjaga ketersediaan pangan sekaligus menyelamatkan bumi dari ancaman krisis lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.