Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur DKI Jakarta Ajak Pakar dan Akademisi Jaga Keanekaragaman Hayati

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 14:00 WIB | Oleh:

"Kami memiliki sejumlah spesies ikonik seperti Elang Bondol yang menjadi maskot kota, Salak Condet yang merupakan buah khas kota ini, trenggiling sunda, penyu sisi, dan kera ekor panjang," ujar dia.

Namun, Gubernur Pramono mengakui Jakarta masih menghadapi berbagai tantangan dalam melestarikan keanekaragaman hayati seperti polusi, perluasan ruang perkotaan, perdagangan satwa liar ilegal, spesies invasif, dan dampak perubahan iklim yaitu banjir rob serta cuaca ekstrem.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Pemprov DKI telah menetapkan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati 2025–2029 dengan visi Hidup selaras dengan alam menuju kota global, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Kebijakan ini fokus pada konservasi in-situ dan ex-situ; konektivitas ruang terbuka hijau; kampung Kehati berbasis kearifan lokal; pemanfaatan berkelanjutan yang menjadikan biodiversitas sebagai sumber pangan, obat- obatan, warisan budaya, dan ekowisata; inovasi dan riset; serta kolaborasi multi-pihak dalam menjaga dan mengelola kekayaan hayati.

Untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global, perlu dukungan dan komitmen terhadap konservasi keanekaragaman hayati. Menurut Gubernur Pramono, upaya ini penting untuk menjaga keseimbangan ekologi, memperkuat ketahanan iklim, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta memastikan kualitas hidup warga kota.

Karena itu, Jakarta berkomitmen untuk menyeimbangkan pembangunan melalui pelestarian lingkungan, sekaligus berkontribusi pada tujuan nasional dan global di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan keberlanjutan.

Sementara itu, Manajemen Advisor Universitas Nasional, Yuddy Chrisnandi, menekankan pentingnya peran para ilmuwan dan praktisi biologi dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis pangan.

Menurut dia, konferensi ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan, ide, dan inovasi dalam upaya konservasi dan keberlanjutan. "Semoga konferensi ini dapat melahirkan saran dan rekomendasi konkret dalam keupayaan melestarikan alam dan memajukan ilmu pengetahuan untuk masa depan yang berkelanjutan," kata Yuddy.

Yuddy menyampaikan, berbagai isu dunia mengenai keanekaragaman hayati dan biologi masa depan menjadi tantangan sekaligus peluang. Pelestarian keanekaragaman hayati ini harus menjadi prioritas melalui perlindungan habitat, pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penegakan hukum, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

"Ke depan, biologi memiliki potensi besar untuk membangun masa depan yang lebih baik, meski juga menghadirkan tantangan etis yang perlu kita sikapi dengan bijaksana," pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.