Geger! Oknum Brimob Aniaya Humas KLH dan Wartawan Saat Penyegelan Perusahaan, Kini Jadi Tersangka dan Terancam Dipecat!
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 13:55 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Insiden memalukan kembali mencoreng institusi kepolisian. Seorang anggota Brimob berinisial Briptu TG resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti ikut menganiaya Humas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan seorang wartawan saat proses penyegelan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (21/8/2025).
Kejadian ini sontak memicu sorotan publik karena melibatkan aparat yang seharusnya menjaga ketertiban, namun justru ikut melakukan tindak kekerasan. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto, mengonfirmasi bahwa Briptu TG sudah ditahan di Polda Banten.
“Anggota tersebut sudah ditahan, dan nantinya persidangan akan menentukan sanksinya,” tegas Didik, Senin (25/8/2025).
Kedekatan dengan Sekuriti Jadi Pemicu
Fakta mengejutkan terungkap dari hasil penyelidikan. Kabid Propam Polda Banten, Kombes Pol Murwoto, menjelaskan bahwa Briptu TG diduga punya kedekatan khusus dengan sejumlah sekuriti PT GRS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedekatan ini membuatnya terlibat dalam aksi pengeroyokan secara spontan saat terjadi ketegangan antara pihak perusahaan dan tim penyegelan.
“Anggota Brimob ini sering bergaul dengan sekuriti PT GRS. Ketika situasi ricuh, dia ikut-ikutan melakukan kekerasan,” ungkap Murwoto.
Akibat aksinya, korban mengalami luka-luka dan kasus ini pun berbuntut panjang hingga menyeret Briptu TG ke ranah hukum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ancaman Sanksi Berat
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, proses disiplin internal kepolisian juga tetap berjalan. Murwoto menegaskan bahwa Briptu TG akan menghadapi sidang kode etik Polri.
“Sanksinya bisa sangat berat, mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan tidak hormat. Semua bergantung pada hasil sidang etik nanti,” kata Murwoto.
Kasus ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat, bagaimana mungkin seorang aparat yang digaji negara untuk melindungi rakyat justru melakukan penganiayaan terhadap pejabat pemerintah dan awak media?
Catatan Buram bagi Citra Polri
Peristiwa ini bukan hanya soal pelanggaran disiplin, melainkan juga soal kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Jika oknum seperti Briptu TG dibiarkan, citra Polri yang sedang berupaya memperbaiki diri akan semakin tercoreng di mata masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!