Flexing di Tengah Tugas Negara, Legislator DKI dari PAN Liburan ke Amsterdam dan Milan Tuai Kritik
📅 Selasa, 26 Agu 2025, 13:58 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Instagram @bebizie
Jakarta – Gaya hidup mewah kembali menjadi sorotan, kali ini datang dari salah satu anggota DPRD DKI Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, yang juga merupakan politisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Di tengah agenda legislatif yang masih berlangsung, Bebizie terlihat menikmati waktu di luar negeri, tepatnya di Amsterdam dan Milan, melalui unggahan media sosial pribadinya pada Minggu (24/8).
Dalam unggahan tersebut, Bebizie tampil santai dan fashionable, menikmati suasana Eropa sembari sesekali memamerkan gaya hidup yang dinilai sebagian publik sebagai bentuk “flexing” sebuah aksi mempertontonkan kemewahan secara terang-terangan. Unggahan itu langsung menuai komentar warganet yang mempertanyakan etika dan empati seorang wakil rakyat di tengah kondisi sosial masyarakat yang sedang penuh tantangan ekonomi.
"Enak banget jadi ibu dewan bisa keliling dunia," tulis akun @iit_moffi***.
"Mending bubarkan DPR aja!" sahut akun lain @reza_sa***.
Tak tinggal diam, Bebizie memberikan klarifikasi bahwa keberangkatannya ke Eropa adalah untuk mengantar anaknya kuliah di Amsterdam, dengan dana pribadi dan telah mengantongi izin. Namun, klarifikasi tersebut tampaknya belum cukup meredam kekecewaan publik.
Pasalnya, sebagai anggota dewan yang mendapat amanah dari rakyat, ia diharapkan menunjukkan kedekatan, kesederhanaan, dan integritas seperti yang sering ditekankan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Ironisnya, momen ini terjadi berdekatan dengan perayaan ulang tahun PAN, yang justru ingin menampilkan wajah partai yang lebih bersih, dekat rakyat, dan aktif bekerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan kali pertama, sorotan terhadap legislator dari kalangan artis seperti Bebizie memunculkan diskursus: seberapa besar integritas dan kapabilitas yang dimiliki para public figure saat duduk di kursi dewan?
Publik tentu tak mempersoalkan liburan atau keluarga, tetapi mempertanyakan waktu, cara, dan pesan yang disampaikan, apalagi dalam situasi politik dan ekonomi yang penuh tekanan. Akankah ini menjadi titik refleksi bagi PAN dan partai-partai lainnya dalam merekrut calon legislatif ke depan?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!