Jepang Bangun Pembangkit Listrik Osmotik Kedua di Dunia
📅 Senin, 25 Agu 2025, 14:25 WIB | Oleh: Lili LestariAltaee mengatakan UTS memiliki prototipe sendiri di Sydney, tetapi program tersebut kehilangan daya tarik selama Covid. Ia juga telah membantu membangun prototipe di Spanyol dan Qatar.
Apa Saja Tantangannya?
Meski idenya sederhana, sulit untuk memperluasnya.
Kentish mengatakan banyak energi yang hilang melalui tindakan memompa air ke pembangkit listrik dan saat air mengalir melalui membran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Meskipun energi dilepaskan ketika air asin dicampur dengan air tawar, banyak energi yang hilang saat memompa kedua aliran ke pembangkit listrik dan akibat kehilangan gesekan di antara membran. Ini berarti energi bersih yang bisa diperoleh kecil," ujarnya.
Namun kemajuan dalam teknologi membran dan pompa mengurangi masalah ini, kata Kentish.
“Yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa pabrik Jepang menggunakan air laut pekat, air garam yang tersisa setelah pengambilan air tawar di pabrik desalinasi, sebagai umpan, yang meningkatkan perbedaan konsentrasi garam dan dengan demikian meningkatkan energi yang tersedia.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa Artinya Bagi Masa Depan?
Kentish dan Altaee sepakat bahwa pabrik Jepang menandai momen yang menarik bagi tenaga osmotik, karena menawarkan bukti lebih lanjut bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk produksi energi berskala besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!