Kemenkes: Pemerintah akan Perkuat Pencegahan Kasus Cacingan pada Anak
📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 17:15 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Freepik
JAKARTA - Kasus balita di Sukabumi yang meninggal karena cacingan menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan, kasus tersebut fatal meski prevalensi cacingan di Indonesia relatif kecil.
Juru bicara Kemenkes, Widyawati, mengatakan cacingan bukan masalah kesehatan baru. Namun jika kejadian sampai meninggal dunia, ia menyebut karena penanganannya yang terlambat.
“Cacingan bukan baru kali ini saja ada, tapi yang di Sukabumi karena penangananya yang terlambat. Dan perlu diingat sebab kematian itu juga multi faktor,” kata dia, Kamis (21/8).
Menurut dia, surveilans cacingan rutin dilakukan setiap tahun di sejumlah kabupaten kota. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menunjukkan prevalensi cacingan pada anak sebesar 3,3 persen.
Ia memastikan, Kemenkes menjalankan program pemberian obat pencegahan massal di sekolah dasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Obat cacing diberikan dua kali setahun pada anak usia 1-12 tahun,” ucap dia.
Selain itu, pencegahan juga dilakukan melalui posyandu untuk balita. Orang tua diimbau aktif membawa anaknya ke posyandu untuk memantau perkembanagn berat badannya.
“Bila berat badan turun atau nafsu makan berkurang, maka akan ditindaklanjuti. Meskipun penyebabnya bisa beragam bukan hanya karena cacingan,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenkes menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan cacingan.
“Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan makanan yang dikonsumsi,” ucap Widyawati. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!