Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertunjukan 'JIWA' di Osaka Expo 2025, Bentuk Diplomasi Budaya Indonesia

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 15:23 WIB | Oleh:
Pertunjukan 'JIWA' di Osaka Expo 2025, Bentuk Diplomasi Budaya Indonesia Doc: antara foto
Ket. Pertunjukan "JIWA", yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital, di Paviliun Indonesia pada pameran Osaka Expo 2025.

JAKARTA - Kesuksesan pertunjukan "JIWA", yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital, di Paviliun Indonesia pada pameran Osaka Expo 2025 yang digelar di Osaka, Jepang, Rabu (13/8), menunjukkan diplomasi budaya Republik Indonesia (RI) yang memukau.

"Keberhasilan 'JIWA' dan Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 membuktikan bahwa diplomasi budaya digital Indonesia mampu memukau dunia, sekaligus menjadi momentum tepat untuk merayakan 80 tahun kemerdekaan RI di panggung internasional," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (23/8).​​

Saat "JIWA (Journey Indonesia’s Wisdom & Arts)", yang mengangkat kolaborasi kearifan lokal dari Kasepuhan Gelar Alam dan inovasi digital, ditampilkan, kunjungan ke Paviliun Indonesia mencetak rekor harian 30.580 pengunjung dan belum terpatahkan sampai hari ini.

Berdasarkan data yang diperoleh dari manajemen Paviliun Indonesia Jumat (22/8), jumlah kunjungan pada hari H pertunjukan "JIWA" itu mendorong total kunjungan menjadi 1.906.296 pengunjung sejak Paviliun Indonesia dibuka pada April 2025, atau mencapai 68 persen dari target 2,8 juta pengunjung.

Angka itu juga memecahkan rekor pengunjung Paviliun Indonesia sebelumnya pada 12 Agustus 2025 berjumlah 29.848 pengunjung. Sedangkan pada 11 Agustus 2025 tercatat ada 26.504 orang pengunjung.

Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa pertunjukan "JIWA" mengambil inspirasi nilai dan budaya dari komunitas adat di Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Kasepuhan Gelar Alam. Komunitas itu dikenal setia pada tradisi bertani alami, leuit (lumbung padi), dan ritual adat.

Berkat program Internet Masuk Desa dari Kemkomdigi pada 2009, komunitas terkoneksi dengan dunia luar, namun, mereka tetap menjaga nilai-nilai lokal dan adat istiadatnya.

"Pemilihan Gelar Alam karena kawasan tersebut sebagai penghasil padi, penopang program ketahanan pangan yang merupakan program Astacita Presiden Prabowo Subianto," kata Menkomdigi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pertunjukan "JIWA" menampilkan kolaborasi Kafin Sulthan, DJ Hendra, dan Batavia Dancers dan menghidupkan fragmen kehidupan masyarakat adat dengan koreografi yang memadukan gerak tradisional dan modern. Beragam musik daerah diaransemen ulang serta visual digital juga disuguhkan, mengajak penonton seolah-olah berada di dalam tanah kelahiran budaya hingga horizon inovasi.

Menurut Menkomdigi, teknologi tidak harus menjadi lawan budaya dan jika dikelola dengan bijak,maka ia bisa menjadi sahabat yang menjaga dan mengangkat nilai-nilai kehidupan.

"Budaya adalah jati diri kita, teknologi adalah kendaraan kita, dan panggung dunia adalah ruang kita untuk bersuara," kata Meutya.

Secara keseluruhan Paviliun Indonesia mengangkat tema "Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future" terilhami dari Tri Hita Karana, nilai luhur yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Antusiasme pengunjung pada Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025 yang luar biasa menjadi bukti bahwa dunia ingin mengenal lebih dekat Indonesia, termasuk ingin mengetahui budaya hingga menjajaki potensi kerja sama di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.