Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Minta Bulog Perkuat Distribusi Beras untuk Percepat Stabilitas Harga

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 16:23 WIB | Oleh:
DPR Minta Bulog Perkuat Distribusi Beras untuk Percepat Stabilitas Harga Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi harga beras di pasaran

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji meminta Perum Bulog untuk memperkuat distribusi beras guna menjaga stabilitas harga komoditas pangan tersebut di pasaran sehingga dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Stok beras kita mencetak sejarah, tetapi ada kontradiksi ketika harga tetap naik. Stok yang melimpah itu tidak boleh hanya menjadi angka di gudang, melainkan harus segera digelontorkan ke pasar untuk menekan harga,” kata Sarmuji di Jakarta, Jumat (22/8).

Menurutnya pemerintah bersama Bulog harus lebih agresif dalam memastikan distribusi beras dari gudang ke pasar berjalan cepat, tepat, dan merata.

Mekanisme operasi pasar perlu diperluas, terutama ke wilayah-wilayah dengan tren harga tinggi agar cadangan beras nasional benar-benar memberi dampak positif pada stabilitas harga.

Menurutnya, ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga harus berjalan seiring, karena keduanya sama penting dalam memastikan masyarakat tidak hanya mendapat pasokan cukup tetapi juga mampu membelinya.

"Ketersediaan pangan adalah satu hal, keterjangkauan harga adalah hal lain. Keduanya harus berjalan seiring agar masyarakat terlindungi,” ujarnya.

Sebagai Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi dan UKM, serta BUMN, Sarmuji mengingatkan agar momentum cadangan beras terbesar sepanjang sejarah tidak hanya menjadi catatan di laporan resmi, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat melalui stabilisasi harga.

Sarmuji menekankan percepatan distribusi menjadi kunci utama, karena Bulog sudah memiliki kapasitas dan instrumen memadai, tinggal dimaksimalkan agar manfaat stok beras besar segera dirasakan masyarakat.

“Kuncinya ada di percepatan distribusi. Jangan sampai rekor cadangan pangan ini hanya tercatat di laporan, tapi rakyat masih menjerit karena harga beras tinggi,” kata legislator itu.

Ia menyebut cadangan beras melimpah sebagai peluang emas pemerintah menunjukkan keseriusan menjaga stabilitas pangan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap manajemen stok nasional.

Ia mengajak semua pihak memanfaatkan momentum ini secara optimal agar tidak tercipta ironi di masyarakat, di mana beras melimpah di gudang tetapi tetap mahal di pasar.

Merujuk data Perum Bulog, stok beras nasional Indonesia mencapai 4.251.259 ton, terdiri dari cadangan pemerintah sekitar 4.237.120 ton ditambah stok komersial sekitar 14.139 ton.

Angka itu merupakan capaian tertinggi dalam sejarah Bulog sejak didirikan pada tahun 1969, dan mencetak rekor cadangan pangan nasional.

Berdasarkan data dari Panel Harga Bapanas dilansir di Jakarta, Jumat pukul 15.50 WIB, harga beras di tingkat pedagang eceran secara nasional, beras premium di harga Rp16.237 per kg naik dari sebelumnya Rp16.089 per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Piala Presiden Menjadi Ajang Antara Membentuk Skuad Persebaya

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Presiden Menjadi Ajan...

Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius  

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Sisi Wisata Kesehatan Belum...

Indonesia Masih Kekurangan Tenaga untuk Sektor Pariwisata

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Indonesia Masih Kekurangan ...

Jangan Tercekok Hujan Ringan, Kemarau Masih Panjang

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Jangan Tercekok Hujan Ringa...
Luar Negeri
Hari Ini 60 Negara Mitra Am...

Penyaluran KUR NTT Perlu Digenjot Lagi

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Penyaluran KUR NTT Perlu Di...
Daerah
Cuaca Buruk, Penyeberangan ...
Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

Ada Demo di Empat Titik Kawasan Jakpus, Polisi Siagakan 687 Personel Gabungan

24 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.