Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG 2026 Sedot Anggaran Rp223,6 Triliun: Gizi Anak Terjamin, Pendidikan Terancam?

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG 2026 Sedot Anggaran Rp223,6 Triliun: Gizi Anak Terjamin, Pendidikan Terancam? Doc: Antara.
Ket. Program Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA - Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam RAPBN 2026 yang hanya mengambil Rp223,6 triliun dari pos pendidikan seolah ingin ditampilkan sebagai langkah terukur dan aman. 

Namun, di balik angka yang masif itu, tersimpan pertanyaan mendasar: apakah kebijakan ini benar-benar solusi strategis bagi kualitas pendidikan, atau sekadar proyek populis dengan biaya jumbo?

Sebagai perbandingan, angka itu bukan angka kecil atau setara dengan lebih dari separuh total anggaran kesehatan nasional atau berkali-kali lipat dana infrastruktur di banyak daerah. 

Alokasi sebesar ini otomatis memangkas fleksibilitas pos pendidikan untuk tujuan lain: peningkatan kualitas guru, perbaikan sarana sekolah, serta pemerataan akses belajar. Dengan kata lain, MBG berpotensi makan anggaran pendidikan itu sendiri.

Pertanyaannya, apakah memberikan makan gratis otomatis meningkatkan kualitas belajar? Atau justru akan menciptakan program yang boros, rawan kebocoran, dan penuh rente politik? 

Tanpa desain implementasi yang akuntabel, MBG bisa berubah menjadi ladang korupsi berjamaah yang merugikan masa depan generasi penerus.

Lebih provokatif lagi, program ini bisa dibaca sebagai strategi politik: mengalihkan sorotan dari tuntutan reformasi pendidikan yang sebenarnya jauh lebih mendesak. Apakah negara sedang serius membangun kualitas SDM, atau hanya ingin membeli popularitas dengan uang raksasa dari RAPBN?

Pada akhirnya, angka Rp223,6 triliun menjadi cermin pertaruhan antara menjamin gizi anak bangsa atau mengorbankan masa depan pendidikan demi sebuah program populis.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya mengambil Rp223,6 triliun dari alokasi pendidikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

“MBG yang masuk dalam anggaran pendidikan adalah Rp223,6 triliun,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Kamis (21/8).

Menurutnya, anggaran itu dialokasikan dengan mempertimbangkan target jumlah siswa dan santri yang akan menerima manfaat program ini pada tahun depan mencapai 71,9 juta penerima yang tersebar di seluruh Indonesia.

Secara total, anggaran MBG dialokasikan sebesar Rp335 triliun dengan total penerima mencapai 82,9 juta orang yang mencakup siswa, ibu hamil dan menyusui, hingga balita.

Belanja yang disalurkan melalui kementerian/lembaga (K/L), tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN), hanya sebesar Rp268 triliun. Sementara Rp67 triliun sisanya dicadangkan, setara dengan 20 persen dari total anggaran.

Untuk penyaluran melalui belanja BGN, rinciannya adalah menggunakan anggaran pendidikan Rp223,6 triliun (67 persen), anggaran kesehatan Rp24,7 triliun (7 persen), dan fungsi ekonomi Rp19,7 triliun (6 persen).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Kejutan di French Open! Ube...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.