Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IDAI: Gangguan Mental Ancam 44 Juta Remaja Indonesia

📅 Kamis, 21 Agu 2025, 00:25 WIB | Oleh:
IDAI: Gangguan Mental Ancam 44 Juta Remaja Indonesia Doc: Freepik

JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan tingginya risiko gangguan mental mengancam 44 juta remaja di Indonesia. Namun, masalah gangguan mental pada remaja ini kerap tersembunyi.

Anggota Satgas Remaja IDAI, Braghmandita Widya Indraswari mengatakan masalah kesehatan mental remaja ini kerap menjadi tren, namun sebenarnya bagaikan fenomena gunung es.

"Persoalan Kesehatan mental remaja ini masih banyak yang belum terungkap dan terdetesi," ujarnya dalam seminar daring ‘Kesehatan Mental Pada Remaja’ yang diselenggarakan oleh IDAI, Selasa (19/8).

Ia mengatakan remaja terbagi tiga tahap, yaitu usia 10–13, 14–16, dan 17–19 tahun. Setiap tahap memiliki kerentanan biologis, kognitif, dan sosial berbeda.

“Perubahan cepat pada masa pubertas membuat kontrol emosi remaja tidak stabil. Perkembangan otak remaja belum matang sehingga pengambilan keputusan sering bermasalah,” ucap dia.

Akibatnya, lanjut dia, perilaku berisiko banyak terjadi, mulai dari merokok, seks bebas, hingga menyakiti diri. Penyalahgunaan internet juga kian marak di kalangan remaja.

Survei menunjukkan gangguan kecemasan, depresi, adiksi internet, hingga keinginan bunuh diri semakin meningkat. Kecelakaan lalu lintas tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi remaja.

"Kematian remaja sering dipicu perilaku berkendara berisiko. Kondisi ini menunjukkan rendahnya kontrol emosi dan kewaspadaan,” ujar Andita.

Ia menegaskan faktor lingkungan sangat memengaruhi kesehatan mental. Perundungan, kekerasan, hingga tekanan keluarga memperburuk kerentanan anak dan remaja.

Andita menekankan peran keluarga sangat krusial sebagai ruang aman remaja. Orang tua perlu peka pada perubahan perilaku dan menghindari stigma.

Sekolah juga wajib menciptakan lingkungan inklusif dan bebas bullying.

“Guru dapat menjadi pengamat pertama masalah psikologis anak dan remaja ini,” ujar dia.

Ia menekankan kesehatan mental remaja adalah fondasi generasi sehat dan produktif.

“Pencegahan dan intervensi dini mutlak diperlukan," ucap Andita. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.